Ternyata ini penyebabnya, Kalsel Peringkat ke-31 Untuk Posyandu Aktif di Indonesia

DUTA TV BANJARMASIN – Dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tingkat partisipasi Posyandu Aktif di Kalimantan Selatan pada tahun 2019 menduduki peringkat ke-31 dari 34 provinsi seluruh Indonesia atau diatas Kalimantan Barat (31,90{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}) dan Maluku (26,81{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696})
Kasi Pengorganisasian Masyarakat Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Pimanih mengatakan penyebab Kalsel berada di posisi 31 dengan persentase 35,37{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} ada beberapa indikasi yaitu informasi strata posyandu tidak sampai ke kader, dana sehat dan fokus datang per sasaran.
Diharapkan oleh Kemenkes, Posyandu Aktif sebagai upaya percepatan untuk pencegahan stunting bagi pemerintah daerah Kabupaten/Kota harus berkontribusi menggerakan pembinaan posyandu dengan minimal 80{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} untuk Posyandu Aktif.
Prevalensi stunting pada balita di Indonesia tahun 2013 mencapai 37,2{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}, tahun 2018 mencapai 30,8{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}. Sedangkan prevalensi Baduta tahun 2018 mencapai 27,67{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}. Target RPJMN tahun 2024 mencapai 19{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}, sementara target Menteri Kesehatan 14{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} dan target Presiden kurang dari 10{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}.
Sesuai aturan, Posyandu Aktif memiliki kriteria melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 10 x setahun, memiliki minimal 5 orang kader, melakukan pergerakan masyarakat agar pelayanan kegiatan (KIA, Gizi, Imunisasi, KB dengan cakupan minimal 50{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}), memiliki alat pemantauan pertumbuhan, mengembangkan kegiatan tambahan kegiatan kesehatan minimal 1 kegiatan (remaja, usia kerja, lansia, TOGA , penanggulangan penyakit).
Sedangkan di Pemda Kabupaten/Kota melaksanakan pembinaan Posyandu Aktif dengan kriteria memiliki Pokjanal yang disahkan melalui keputusan Bupati/Walikota, melakukan pertemuan Pokjanal Posyandu minimal 2 kali setahun, melakukan peningkatan kapasitas bagi petugas Puskesmas dan kader, memiliki sistem pelaporan kegiatan Posyandu, Posyandu aktif minimal 50{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}. Tujuan pembinaan posyandu tersebut yaitu terealisasinya cakupan layanan posyandu minimal 50{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} dari sasaran.
Sementara itu, Kordinasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung mulai 24-26 Februari 2020 dan diikuti jajaran Dinas Kesehatan seluruh Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan. Kadinkes Kalsel berharap melalui kegiatan ini bisa meningkatkan keberadaan posyandu aktif di Kalimantan Selatan.
Tim Liputan





