Air PDAM Macet, Maad Kembali Beli Air Dari Penjual Keliling

DUTA TV KOTABARU – Sudah tiga hari ini air PDAM tidak mengalir di jalan Putri Cipta Sari kelurahan Kotabaru Tengah kecamatan Pulau Laut Utara kabupaten Kotabaru.
Maad Efendi seorang pemilik warung makan di kawasan itu akhirnya terpaksa menelepon penjual air keliling pasalnya air merupakan kebutuhan yang sangat vital untuk usahanya.
Satu tandon air berkapasitas 1200 liter yang dibelinya seharga 70 ribu rupiah ditampung di beberapa buah drum, ember, jeriken hingga termos nasi pun dijadikan wadah penampungan air, persediaan ini biasanya hanya cukup untuk dua hari.
Kondisi ini selalu dialaminya setiap tahun saat musim kemarau dan jika dibandingkan pengeluaran membeli air untuk kebutuhan satu minggu saat kemarau hampir sama besarnya dengan tagihan rekening air PDAM yang dibayarnya setiap bulan. “Satu hari tu habis dua drum, ini dapat lima dua hari habis, warung ni banyak pake air, setiap tahun tapi ini masuk mending, kemarau sudah lama tapi baru aja terasa,†ujar Maad Efendi pemilik warung.
Meski diberlakukan penggiliran distribusi air oleh PDAM Kotabaru tetapi ada saja wilayah-wilayah yang tidak mampu terlayani sesuai jadwal akibat krisis air baku.
Menyikapi ini sekretaris daerah Kotabaru Said Akhmad yang secara Ex Officio menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengatakan sudah menginstruksikan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. “BPBD, PDAM dan Damkar nanti yag mana yag sudah macet total kita suplai tinggal masyarakat siapkan drum di depan rumah, kemarin saya sudah perintahkan tinggal masyarakat melapor dan kita jadwalkan dan itu lapornya ke BPBD,†ujarnya.
Bantuan air bersih akan diprioritaskan bagi masyarakat di daerah-daerah yang sudah tidak terlayani PDAM dan masyarakat diminta aktif membuat laporan ke kantor BPBD.
Reporter: Nazat Fitriah





