Banua Film Fund 2026 Angkat Kreativitas dan Budaya Lokal

Banjarmasin, Duta TV — Lima film pendek yang diputar yaitu Tamakan Dabu, Rasi Arah Pulang, Kisi 41, Jangan Dicium, dan Malamar Gawian.
Karya-karya tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas dan potensi daya saing generasi muda daerah, tetapi juga mengangkat beragam aspek kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Mulai dari budaya dan tradisi lokal, kepercayaan masyarakat, hingga dinamika kehidupan masyarakat Banjar di era modern.
Salah satu film yang menarik perhatian adalah Rasi Arah Pulang. Film ini mengangkat kehidupan masyarakat pesisir, sekaligus memperkenalkan keberagaman adat dan budaya yang hidup di Kalimantan Selatan.
“Kami ingin menyampaikan bahwa budaya pesisir di Kalimantan Selatan sama bagusnya dengan daerah lain. Dalam proses pembuatan film ini, kami juga menghadapi kendala bahasa, sehingga memutuskan untuk menggabungkan bahasa Banjar dan Bugis. Kami dibantu masyarakat setempat untuk menerjemahkan bahasa. Selain itu, proses syuting di laut juga memiliki tantangan tersendiri, salah satunya kendala mabuk laut,” ucap Muhammad Randy, Sutradara Film Rasi Arah Pulang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan menilai, Banua Film Fund menjadi salah satu upaya untuk memperkuat eksistensi budaya daerah melalui industri film. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi sineas lokal untuk mengembangkan karya, memperluas jangkauan penonton, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa terlibat langsung dalam kegiatan Banua Film Fund 2026. Tentunya, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat identitas budaya Kalimantan Selatan. Ke depan, kami berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat regional, tetapi juga bisa menjangkau tingkat nasional,” ujar Edy Suharto, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel.
Ke depan, pembinaan terhadap komunitas dan lembaga perfilman diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, ekosistem industri film daerah dapat tumbuh lebih kuat, sekaligus memberikan dampak positif bagi para pelakunya.
Banua Film Fund 2026 pun diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa karya sineas Kalimantan Selatan lebih dikenal, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di kancah nasional.
Reporter: Nina Megasari





