Gubernur H. Muhidin Bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Forkopimda Terus Uji Efektivitas Pemadaman Karhutla dengan Cairan Surfaktan Dukung Operasi Water Bombing

Dutatv.com, Banjar – Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Embung Mini di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Kamis (29/10/2026).
Peninjauan bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan karhutla di Provinsi Kalsel, mulai dari dukungan bantuan bagi masyarakat dan petugas hingga penguatan sarana pemadaman di lapangan.
Sebelum menuju lokasi karhutla, Gubernur H. Muhidin bersama Pangdam, XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalsel, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan
dan jajaran Forkopimda Kalsel mengikuti penyaluran sekitar 3.500 paket sembako bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak karhutla, relawan, komunitas ojek online, serta petugas yang bertugas di posko penanganan karhutla di Posko Guntung Damar, Banjarbaru.
Peninjauan ini sekaligus menguji efektivitas pemadaman melalui udara menggunakan campuran air dan cairan surfaktan pada sumber air untuk mendukung operasi water bombing, terutama pada titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan, pengujian campuran air dan cairan surfaktan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui water bombing telah memasuki tahap ketiga yakni Volume surfaktan yang digunakan kembali ditingkatkan menjadi 1.500 liter
Uji coba pertama dilaksanakan Selasa (20/10/2026) dengan menjatuhkan campuran air dan 800 liter Surfaktan Pyrox ke titik api di sekitar Guntung Damar.
Hasil evaluasi menunjukkan perlunya optimalisasi, sehingga embung diperdalam hingga empat meter dan volume surfaktan ditingkatkan menjadi 1.000 liter pada uji coba kedua, Selasa (27/10/2026).
“Ini sudah ketiga kalinya kita melakukan uji coba. Pertama 800 liter, kedua 1.000 liter, dan sekarang 1.500 liter. Kita ingin mengetahui apakah penambahan ini membuat pemadaman lebih efektif,” tuturnya.
Menurut Gubernur H.Muhidin, pengujian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana campuran tersebut mampu menurunkan suhu panas pada titik kebakaran.
Berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya, suhu yang semula mencapai sekitar 300 derajat masih turun sekitar 100 derajat setelah penyiraman melalui udara.
Karena itu, uji coba ketiga diarahkan untuk melihat apakah penurunan suhu dapat lebih besar dibandingkan hasil sebelumnya. Pengukuran dilakukan menggunakan perangkat thermal pada titik yang menjadi sasaran penyiraman.
“Kita lihat hasilnya melalui pengukuran thermal. Kalau penurunan suhunya lebih besar, berarti metode ini semakin menjanjikan untuk diterapkan pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau,” katanya.

Gubernur H. Muhidin menegaskan, penanganan karhutla tetap dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pemadaman lewat jalur darat menggunakan tangki air hingga dukungan helikopter untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat diakses petugas.
Embung mini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengisian air helikopter agar operasi pemadaman dari udara dapat dilakukan lebih efektif.
Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan sumber air tersebut sebagai dukungan tambahan dalam menghadapi kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor.
“Kita sudah melakukan pemadaman melalui jalur darat. Untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau, kita siapkan embung agar helikopter bisa mengambil air dan melakukan water bombing. Mudah-mudahan metode campuran surfaktan ini efektif,” lanjutnya.
Selain menguji metode pemadaman, Gubernur H. Muhidin juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, karena dampaknya bisa meluas dan menyulitkan upaya pemadaman. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak terus berulang,” pungkasnya. (rfq/adpim)





