Meutya Hafid Merespon Calvin Cheng : Jika Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura juga Lumpuh

Jakarta, DUTA TV – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Havid merespons ‘ancaman’ mantan anggota Parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee untuk memutus jaringan internet Indonesia.
Hal itu karena data 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.
Meutya pun memberikan klarifikasi atas pernyataan Calvin.
“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” ucap Meutya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, dalam kasus ancaman pemotongan kabel jaringan internet Indonesia maka Singapura juga dirugikan kalau hal itu sampai terjadi.
“Jika terpotong atau dipotong, 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” ujar Meutya.
Dia pun mengingatkan jika Indonesia memiliki keunggulan yang tak dimiliki negeri jiran tersebut.
“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” kata Meutya.
Untuk itu, ia mengingatkan, politikus untuk tidak membuat ancaman yang bisa merugikan kedua negara.
“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektifitas global,” jelas Meutya.
Politikus Singapura, Calvin Cheng Ern Lee menebar ancaman kepada Indonesia.
Meski tidak secara terus terang, Cheng tersirat ingin ‘melawan’ kebijakan pemerintah Indonesia dengan memutus kabel internet yang melewati wilayah Singapura.
“Potong?” katanya melalui akun X @calvinelcheng dikutip, Senin (26/10/2026).
Cheng mengunggah infografis berisi keterangan Ketergantungan Internet Indonesia kepada Singapura.
Dalam infografis itu berisi data 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.
Mantan anggota Parlemen Singapura itu pun kemudian membuat status terbaru.
“Kami adalah orang-orang yang beradab dan taat hukum. Jelas kami tidak akan melakukan ini (memutus jaringan internet Indonesia),” kata Cheng yang statusnya direspos ratusan warganet Indonesia.(rol)





