‎Campurkan 1.000 Liter Surfaktan ke Embung Syarkawi, Pendinginan dan Pembasahan Gunakan Helikopter Water Bombing Terus Dilakukan Cegah Api Menyala

Duta tv – Banjar, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kembali melakukan uji coba metode pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan water bombing dengan campuran bahan pembasah surfaktan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar pada Selasa (27/10/2026) sore.

‎
‎Uji coba lanjutan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut yang masih menyimpan titik-titik panas meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat.
‎
‎Dalam keterangannya, Gubernur H. Muhidin menjelaskan bahwa uji coba sebelumnya menggunakan campuran sebanyak 800 liter. Namun, hasilnya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam proses pendinginan lahan.
‎
‎Pada uji coba kali ini, Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Kapolda Kalimantan Selatan Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan melakukan pencampuran surfanktan ke Embung Syarkawi, dengan volume campuran ditingkatkan menjadi 1.000 liter.
‎
‎“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melakukan uji coba dengan campuran 1.000 liter. Kemarin kita mencoba 800 liter, tetapi kedalamannya masih kurang. Sekarang sudah diperdalam dan kita coba kembali. Kalau nanti masih kurang efektif, akan kita tambah lagi,” sampai Gubernur H. Muhidin.
‎
‎Gubernur H. Muhidin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah titik api sudah tidak terlihat. Meski demikian, titik-titik panas masih ditemukan sehingga upaya pendinginan dan pembasahan harus terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.
‎
‎Salah satu lokasi yang masih terpantau panas berada di kawasan Jalan Kurnia. Untuk penanganannya, pemerintah daerah bersama unsur terkait berencana mengoptimalkan dukungan helikopter water bombing dengan memanfaatkan sumber air dari Embung Syarkawi yang telah disiapkan.
‎
‎Menurut Gubernur H. Muhidin, keberadaan embung tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan air sekaligus menunjang operasi pemadaman dari udara, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
‎
‎Selain pemadaman dari udara dan pembasahan lahan, Pemerintah Provinsi Kalsel juga terus mengupayakan modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak karhutla.
‎
‎Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa operasi menggunakan pesawat masih dilakukan untuk mendukung proses pembentukan awan hujan. Gubernur berharap upaya tersebut dapat membantu mendatangkan hujan di wilayah Kalimantan Selatan.
‎
‎“Kita berharap mudah-mudahan hari ini atau malam nanti hujan bisa turun. Kita berdoa agar hujan segera turun di daerah kita, bahkan sebelum memasuki musim hujan,” ungkapnya.
‎
‎Berdasarkan perkiraan yang disampaikan dalam keterangannya, musim hujan diperkirakan mulai pada pertengahan November, meskipun di sejumlah wilayah dapat mundur hingga awal Desember.
‎
‎Gubernur H. Muhidin juga menyampaikan bahwa dukungan peralatan untuk penanganan karhutla telah ditambah melalui koordinasi bersama Kapolda Kalsel. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya pemadaman dan pendinginan lahan.


‎
‎Gubernur H. Muhidin menegaskan, pemerintah bersama unsur terkait akan terus memantau kondisi lapangan dan bergerak ke lokasi yang masih mengalami peningkatan suhu panas.
‎
‎Penanganan tidak hanya difokuskan pada api yang terlihat, tetapi juga pada proses pendinginan lahan gambut untuk mengurangi risiko munculnya kembali titik api.
‎
‎“Kami akan terus berupaya memadamkan api. Di mana pun ditemukan lokasi yang masih panas dan membutuhkan penanganan, kami akan berusaha bergerak ke sana. Kami berharap masyarakat memahami kondisi cuaca dan situasi karhutla yang sedang kita hadapi,” ungkap Gubernur.
‎
‎Terkait kemungkinan pergeseran posko penanganan karhutla, Gubernur H. Muhidin menyebutkan bahwa untuk sementara posko masih tetap berada di kawasan Gunung Damar.
‎
‎Kondisi di kawasan tersebut dinilai mulai membaik karena ketersediaan air meningkat setelah dilakukan pembasahan melalui embung dan kanal-kanal, ditambah hujan yang turun sebelumnya.
‎
‎Dengan meningkatnya ketersediaan air, Pemprov Kalsel berharap risiko munculnya kembali titik api ekstrem di kawasan tersebut dapat ditekan.
‎
‎Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Polda Kalsel, TNI, BPBD, dan instansi terkait akan terus melakukan koordinasi serta evaluasi terhadap berbagai metode penanganan karhutla guna mengurangi dampak kebakaran dan asap bagi masyarakat. (mr/Adpim)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *