Kolaborasi UNISM dan UMM, Solusi Teknologi untuk Petani dan Pembudidaya Ikan Abumbun Jaya

Kabupaten Banjar, Duta TV — Ancaman banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau tak lagi menjadi tantangan bagi petani dan pembudidaya ikan di Desa Abumbun Jaya, Kabupaten Banjar. Pasalnya, Universitas Sari Mulia berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang, menghadirkan inovasi pertanian dan perikanan adaptif iklim, melalui program Kosabangsa 2026.

Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemendiktisaintek ini diharapkan menjaga produktivitas, sekaligus membuka jalan bagi Abumbun Jaya menjadi desa edukasi berbasis teknologi. Program ini menghadirkan pendampingan dan penerapan teknologi bagi Kelompok Tani Lestari serta Kelompok Perikanan Bina Mina Jaya.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menekan biaya usaha dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Dukungan tenaga ahli juga mencakup pendampingan manajemen keuangan, agar usaha pertanian dan perikanan dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kenapa jadi Abumbun Jaya kami pilih? Karena berdasarkan permasalahan mitra yang sudah kami gali sebelumnya itu, bahwa di Desa Abumbun Jaya ini adalah desa yang selalu terkena dampak banjir. Oleh karena itu, kami di sini hadir untuk memecahkan atau memberikan solusi terkait dengan kegiatan atau aktivitas masyarakat terkait dengan perekonomian mereka. Jadi di sini kita fokusnya adalah walaupun di keadaan banjir, mereka masih tetap bisa berkegiatan, yaitu masih bisa bertanam-tanaman di sekitar rumahnya. Terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas pendanaan dari Kosabangsa 2026,” kata Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa 2026 UNISM, Putri Vidiasari Darsono, S.Si., M.Pd.

“Prof. Heni itu mengembangkan pupuk organik dan di situ juga sudah ada patennya yang bisa dikembangkan di mitra yang memang mempunyai permasalahan. Sehingga pada masa banjir atau pada masa kering itu produksi pertanian tetap bisa dikembangkan dan dibudidayakan. Sedangkan saya dari pertanian itu ada beberapa teknologi yang saya terapkan, ya, di bidang perikanan. Ada beberapa teknologi yang saya terapkan, khususnya di situ pembuatan pakan. Karena di perikanan, belanja pakan atau biaya operasional di pakan sangat tinggi, sehingga harapannya pembudidaya ikan bisa mengembangkan pakan mandiri. Dan nanti ujung-ujungnya bisa menghemat biaya operasional,” kata Ketua Tim Pendamping Kosabangsa 2026 UMM, Dr. Hany Handajani, S.Pi., M.Si.

Sementara itu, pihak kecamatan berharap pendampingan tidak berhenti pada kelompok penerima manfaat saat ini, tetapi dapat diperluas ke masyarakat dan desa lain yang membutuhkan. Sementara pemerintah desa berharap Abumbun Jaya tidak hanya dikenal sebagai pemasok sayuran, tetapi juga berkembang menjadi kawasan agrowisata yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Mewakili Bapak Camat Sungai Tabuk, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas program Kosabangsa ini kepada Kemendikbudristek dan juga kepada pelaksana, yaitu Universitas Sari Mulia Banjarmasin dan juga pendamping dari Universitas Muhammadiyah Malang. Harapan saya dengan program ini bisa meningkatkan perekonomian, baik di sektor pertanian dan perikanan yang ada di Desa Abumbun Jaya,” kata Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sungai Tabuk, Sakti Nugroho

“Jadi, kami sangat menyambut baik sekali program Kosabangsa ini, karena ini sangat bermanfaat dan sangat berguna bagi masyarakat untuk menunjang kelancaran perekonomian di pedesaan. Harapannya kami dari seluruh masyarakat Desa Bumbunjaya, program ini tidak cuma ini aja, harapannya kami menjadi desa binaan nanti untuk ke depannya, mungkin. Ucapan terima kasih yang terhingga kepada, bil khusus kepada Universitas Sari Mulia dan Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah memberikan pendampingan di kegiatan Kosabangsa ini dan kepada seluruh instansi yang terkait, bil khusus kepada Kemendiktisaintek,” kata Kepala Desa Abumbun Jaya, Taufik Hidayat.

Bagi Kelompok Tani Lestari, program ini diharapkan membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan banjir. Sementara Kelompok Bina Mina Jaya berharap, pendampingan dan inovasi yang diberikan dapat memperkuat usaha perikanan serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Tentunya mengucapkan terima kasih kepada program Kosabangsa yang ada di Desa Abumbun Jaya. Pertama, ke pemerintah desa-desa Abumbun Jaya, yang kedua ke Universitas Sari Mulia dan Universitas Muhammadiyah Malang, serta terima kasih ke Kemendiktisaintek atas bantuannya berupa greenhouse serta pupuk kompos dan polybag. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi Desa Abumbun Jaya, menjadi ketahanan pangan bagi masyarakat Desa Abumbun Jaya,” kata Mitra Kelompok Tani Lestari Bidang Pertanian, Karsono.

“Berterima kasih kepada Universitas Sari Mulia dan Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah melaksanakan kegiatan program Kosabangsa tahun 2026 yang didanai oleh Kemendikbud Saintek, yang mana kami sudah mendapatkan kolam bioflok dan akuaponik beserta solar panel yang ada di belakang kita. Harapan kami dalam program ini kami bisa memberikan suatu program yang mana akan kami terapkan di Desa Bumbunjaya,” kata Mitra Kelompok Bina Mina Jaya Bidang Perikanan, Arpian.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Abumbun Jaya ditargetkan berkembang menjadi desa edukasi berbasis teknologi atau technopark. Kosabangsa 2026 menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat lebih mandiri, menjaga produktivitas pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa. Di tengah ancaman banjir yang berulang setiap musim hujan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *