901 Hektar Lahan Pertanian di Kabupaten Banjar Alami Puso Akibat Kekeringan

Kabupaten Banjar, Duta TV – Pemadaman kebakaran lahan pertanian dilakukan oleh aparat gabungan bersama relawan yang terjadi di Kecamatan Gambut dan Tatah Makmur, belum lama tadi.
Guna mengantisipasi kebakaran lahan pertanian agar tidak meluas, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menurunkan alsintan traktor dan rotavator untuk mengolah lahan dengan cara membalik tanah pada lahan pertanian di Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk.
Target pembalikan lahan pertanian di dua kecamatan yang cukup parah terdampak karhutla tersebut seluas 8.500 hektar, akan tetapi setelah dilakukan survei dan pemantauan melalui satelit, lahan pertanian di Kecamatan Sungai Tabuk dan Gambut yang belum terbakar seluas 850 hektar. Salah satu kawasan yang dilakukan pembalikan lahan yakni persawahan di Desa Malintang, Kecamatan Gambut.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nurul Chatimah, pembalikan lahan dilakukan setelah adanya rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.Pembalikan lahan pertanian untuk mengantisipasi kebakaran lahan pertanian di wilayah Kabupaten Banjar agar tidak meluas.
“Untuk mengantisipasi kebakaran lahan pertanian setelah ada rapat bersama Wamenko Bidang Pangan, dilakukan pembalikan lahan. Target 8.500 hektar dan berdasarkan hasil survei tim penyuluh di Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk seluas 850 hektar,” ujarnya.
Sementara itu, lahan pertanian seluas 2.893 hektar lebih di Kabupaten Banjar mengalami kekeringan, dan 901 hektar di antaranya mengalami puso atau gagal panen. Kekeringan pada tahun ini melanda 12 kecamatan di Kabupaten Banjar, wilayah paling parah terdampak kekeringan di Kecamatan Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Gambut, dan Kecamatan Kertak Hanyar.
“Kekeringan lahan sawah 2.893,90 hektar di 12 kecamatan, paling banyak di Kecamatan Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Gambut, Kertak Hanyar. Yang dilaporkan puso 901,90 hektar,” tambah Nurul.
Reporter: Suhardadi





