Showroom Dekranasda Banjarmasin jadi Etalase Produk Pengrajin Lokal

Banjarmasin, DUTA TV – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong produk kerajinan lokal, khususnya sasirangan, agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Salah satunya melalui Showroom Dekranasda Kota Banjarmasin yang berada di lobi Balai Kota Banjarmasin. Ruang tersebut bukan sekadar untuk tempat memajang produk, tetapi juga berfungsi layaknya butik yang mempertemukan karya pengrajin lokal dengan masyarakat maupun para tamu yang datang ke Balai Kota.
Beragam produk kerajinan ditampilkan di showroom tersebut. Mulai dari kain sasirangan, pakaian, jaket, tas hingga berbagai aksesori dengan sentuhan khas sasirangan.
Menariknya, produk yang dipasarkan tetap menggunakan harga yang ditetapkan oleh para pengrajin. Dekranasda tidak mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan keberadaan showroom menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam membantu pengrajin memperluas pemasaran produknya.
“Ini salah satu upaya kita untuk membantu para pengrajin supaya produknya tidak hanya dikenal di lingkungannya sendiri, tetapi bisa lebih luas lagi. Kita sediakan tempat di lobi Balai Kota agar produk mereka bisa dilihat langsung oleh masyarakat maupun tamu yang datang,” ujar Neli saat ikut membenahi produk di Showroom Dekranasda, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Neli, lokasi showroom yang berada di lingkungan Balai Kota memberikan keuntungan tersendiri. Setiap tamu yang berkunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, berkesempatan melihat langsung beragam produk kerajinan khas Banjarmasin.
“Kita ingin setiap ada tamu dari luar kota maupun dari dalam kota, mereka bisa melihat bahwa Banjarmasin punya produk kerajinan yang bagus. Jadi bukan hanya dipajang, tetapi sekaligus kita promosikan dan dijual sesuai harga pengrajin, karena kita tidak mencari keuntungan,” katanya.
Neli menilai perkembangan sasirangan saat ini semakin beragam. Produk yang ditampilkan tidak lagi sebatas kain dalam bentuk lembaran, tetapi telah dikembangkan menjadi berbagai produk siap pakai yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari busana, jaket, tas hingga aksesori, sasirangan terus dikreasikan agar memiliki nilai tambah sekaligus mampu menjangkau konsumen dari berbagai kalangan.
“Sasirangan sekarang bukan hanya kain, tetapi bisa dikreasikan menjadi pakaian, tas, jaket dan berbagai aksesori. Ini yang ingin kita dorong agar produk pengrajin semakin beragam dan memiliki nilai jual,” jelasnya.
Keberadaan Showroom Dekranasda pun menjadi jembatan antara pengrajin dan calon konsumen. Pengrajin tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga diberikan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil karyanya secara langsung.
Pemko Banjarmasin berharap langkah tersebut dapat memperluas pasar produk kerajinan lokal sekaligus membuka peluang baru bagi para pengrajin untuk mengembangkan usahanya.





