BNN Perkuat Keterampilan Masyarakat di Kawasan Rawan Narkoba Kalsel

Banjarmasin DUTA TV — Berdasarkan data BNN Tahun 2026. Terdapat 362 kawasan rawan narkoba di Kalimantan Selatan. Dari jumlah tersebut, 15 kawasan masuk kategori bahaya. Sementara 347 lainnya berkategori waspada.
Melalui bimbingan teknis Life Skill, yang digelar di Banjarmasin, Selasa (22/9/2026) pagi tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan diri. Mengembangkan potensi. Serta memanfaatkan peluang usaha secara produktif.
Kegiatan yang dibuka oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Irjen Pol Drs. Aldrin M. P Hutabarat, ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri, Kreatif dan berdaya saing. Sekaligus memperkuat ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Tahun 2026 tentang kawasan rawan narkoba. Di provinsi Kalimantan Selatan terdapat 362 kawasan. Di mana 15 kawasan berkategori bahaya dan 347 berkategori waspada,” kata Irjen Pol Drs Aldrin M. P Hutabarat
Irjen Pol Aldrin juga mengingatkan, perkembangan narkoba kini semakin beragam. Jika sebelumnya lebih banyak ditemukan dalam bentuk padat seperti Sabu dan Ekstasi, Kini narkoba juga berkembang dalam bentuk cair.
Bahkan, narkoba jenis cair dapat dikonsumsi melalui perangkat vaping atau rokok elektrik. Perkembangan ini menjadi perhatian serius. Terutama dalam upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
Dari angka Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia juga menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data saat ini, angka Prevalensi pada Tahun 2023 tercatat 1,73% dan meningkat menjadi 2,11% pada Tahun 2025.
Angka tersebut setara dengan 4,15 juta penduduk Indonesia berusia 15 hingga 64 tahun, yang terpapar narkoba.
Melalui keterampilan dan peningkatan kesadaran. Masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan. Serta menangkal ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Reporter : Mawardi





