Hotspot Karhutla Kalsel Turun 80 Persen, Penanganan Intensif Mulai Membuahkan Hasil

Banjarmasin DUTA TV – Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan terus diintensifkan, terutama di sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran. Pada puncak Karhutla 1 September 2026 lalu, sejumlah kawasan di ring satu menjadi perhatian, di antaranya Liang Anggang, Kawasan Hutan Lindung, Gunung Damar hingga Pengayuan.

Upaya pemadaman tak hanya dilakukan dengan memadamkan titik api, namun juga pembasahan dan perendaman di sejumlah lokasi untuk mencegah api kembali muncul. Kondisi ini kemudian didukung turunnya hujan di sejumlah wilayah, seperti Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan wilayah sekitarnya.

Hasilnya, jumlah Hotspot pada 8 September 2026 disebut mengalami penurunan sangat signifikan, diperkirakan mencapai 80 persen dibandingkan kondisi pada 1 September. Penurunan Hotspot ini menjadi salah satu informasi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi peraturan daerah terkait Karhutla, yang digelar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Suripno Sumas.

“Harapannya bersama pemadaman kemudian juga dengan hujan mulai turun itu semakin tertanggulangi dan ini tentu Gubernur Pak H.Muhidin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan ini terutama ikhtiar dari masyarakat yang melakukan pencegahan,” ucap Sugiarto Sumas Tenaga Ahli Gubernur Kalsel.

Dalam sosialisasinya Wakil Ketua Komisi II menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi Karhutla, termasuk langkah penanganan yang dilakukan pemerintah. Meski Hotspot mengalami penurunan, kewaspadaan tetap perlu dijaga, dan masyarakat diharapkan terus berperan aktif dalam melakukan pencegahan agar titik api tidak kembali meluas.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *