PT Hutan Rindang Banua Perkuat Penanganan Karhutla

Banjarbaru, Duta TV — PT Hutan Rindang Banua membangun tiga sumur bor untuk menambah sumber air dalam penanganan karhutla. Pihak perusahaan juga mengerahkan sepuluh personel setiap hari untuk membantu pemadaman karhutla di Gunung Damar.
Dukungan lainnya juga dikerahkan berupa alat berat excavator untuk memperbaiki paritan air, termasuk tangki air untuk mendukung kebutuhan pemadaman. Pembangunan sumur bor ini bagian dari kolaborasi penanganan karhutla.Sarana ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air saat api kembali muncul.
“PT Hutan Rindang Banua berkontribusi selain memadamkan atau mengendalikan karhutla di area konsesi, support kepada pengendalian di Pemprov. Jadi kita dikasih kesempatan untuk membantu sumur bor. Ada tiga lokasi, tiga titik. Sebelum itu kita juga sudah mengirimkan personel karhutla kita, 10 orang setiap hari ikut memadamkan Gunung Damar ini. Terus juga kita bantu alat berat excavator untuk memperbaiki paritan air, kemudian ada tangki air juga,” jelas Nurhadi, Direktur PT Hutan Rindang Banua.
Sementara itu, pihak KLHK menyebut ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla. Kementerian mengapresiasi peran pihak swasta, salah satunya PT Hutan Rindang Banua yang ikut terlibat.
“Saya datang ke sini, kami bicara dengan beberapa ketua masyarakat di sini, para teman-teman senior di sini. Problemnya itu air. Awalnya itu saya berpikiran bahwa memperdalam kanal, kemudian ada juga nasihat, jangan diperdalam, Pak, nanti air yang di sini turun makin kering. Oh iya, benar juga. Terus datang lagi ustaz dan yang punya rumah, RT, sumur bor bagaimana, berapa dalam, sekitar 40. Oke, kita buat sumur bor. Kemudian ada beberapa donatur, ada yang nyumbang pompa, kemudian sumur bor. Nah, ini kerja sama dengan swasta,” ujar Drs. Dasrul Chaniago, Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup KLHK.
PT Hutan Rindang Banua juga berharap kolaborasi ini terus berlanjut sebagai langkah mempercepat pemadaman dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Reporter: Tim Liputan





