Kekeringan, Dua Nenek Jalan Kaki Angkut Air

Kotabaru, Duta TV — Raut lelah terlihat di wajah Erna dan Asniah, dua orang nenek warga Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Setiap hari, keduanya harus mengangkut air dari sumur bor yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah mereka dengan berjalan kaki.
Kesulitan yang dihadapi Erna dan Asniah ini akibat kekeringan yang menyebabkan gangguan distribusi air PDAM. Bulan ini, air PDAM di Desa Semayap hanya mengalir dua hari dalam sepekan.
Erna yang berusia 50 tahun lebih mengatakan dirinya bisa bolak-balik mengambil air sampai 10 kali dalam sehari demi bisa mandi dan mencuci. Ia sendiri terpaksa berjalan kaki lantaran tak punya kendaraan.
“Kendaraan kada ada, karena perlu banyu lo gasan mandi, betapas, serbanya lah banyu nih. Rancak pagi aku bisa sampai 10 kali, dapat 4 jerigen ganal,” kata Erna, warga.
Alasan serupa juga dilontarkan Asniah. Dengan asam urat yang dideritanya, nenek 60 tahun ini harus mengangkut air sambil menahan sakit di kaki.
“Handak berkendaraan kada bisi, paksa bejalan batìs. Subuh tadi aku meambil 4 kali bulik. Ini pulang jadi esok kada lagi meambil. Kayapa kada lapah, kena malam obat ditaguk gasan sakit batìs,” kata Asniah, warga.
Baik Erna maupun Asniah mengaku tak bisa hanya menunggu bantuan air bersih dari pemerintah. Selain kedatangannya tidak tentu, mereka juga mesti berebut dengan warga lainnya.
Reporter : Nazat Fitriah





