Dampak Kemarau, Waduk Gunung Ulin Kotabaru Mengering

Kotabaru, Duta TV — Kondisi Waduk Gunung Ulin yang menjadi salah satu sumber air baku utama PDAM Kotabaru kini mengering akibat kemarau panjang.
Waduk berkapasitas 250 ribu meter kubik tersebut mengalami penyusutan debit air sejak Juli lalu. Ketinggian air yang normalnya mencapai enam meter perlahan turun hingga berada di level terendah.
Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan kondisi serupa juga dialami sejumlah sumber air baku lainnya, seperti Sungai Mandin, Gunung Sari, dan Tirawan. Saat ini, satu-satunya sumber air baku yang masih bisa diandalkan hanya Dam Sebelimbingan.
“Sekarang kita hanya mengharapkan air di Dam Sebelimbingan yang dikirim ke Waduk Gunung Ulin. Jadi, hanya Dam Sebelimbingan yang masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kotabaru,” ungkap Tri.
Akibat kondisi tersebut, PDAM Kotabaru terpaksa memberlakukan penggiliran distribusi air kepada sekitar 12 ribu pelanggan di wilayah perkotaan. Langkah ini dilakukan agar ketersediaan air baku yang tersisa dapat bertahan lebih lama.
“Debit air kita yang ada di sungai maupun waduk sudah mengalami penurunan drastis, bahkan kekeringan. Jadi, dalam rangka untuk menghemat dan memperpanjang umur ketersediaan air baku, maka dilakukanlah penggiliran,” lanjutnya.
Untuk menambah pasokan air baku, PDAM Kotabaru berencana memanfaatkan danau di area perkantoran Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang debit airnya masih melimpah.
Danau tersebut disiapkan sebagai sumber cadangan jika Dam Sebelimbingan sudah tidak dapat diandalkan akibat kemarau yang berkepanjangan.
Reporter : Nazat Fitria





