Disdikbud Kalsel Digitalisasi 11 Ribu Kosakata Bahasa Banjar

Banjarmasin, Duta TV — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel mengembangkan kamus Bahasa Banjar secara digital. Langkah itu bagian dari strategi memperkuat identitas budaya Banua di tengah perkembangan zaman.
Dalam rapat bersama Komisi Empat, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel menyebut Bahasa Banjar tak hanya ingin dipertahankan sebagai bahasa sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mendorongnya menjadi bagian penting dari ekosistem kebudayaan, yang terdokumentasi dan mudah diakses masyarakat.
Dalam proses penyusunannya, sekitar 11 ribu kosakata Bahasa Banjar telah dihimpun dan dikembangkan menjadi bagian dari ensiklopedia kebudayaan.
Ensiklopedia kebudayaan digital ini nantinya tidak hanya berisi kosakata Bahasa Banjar, namun juga berbagai kekayaan budaya Kalsel yang telah dipetakan, mulai dari cagar budaya, warisan budaya, hingga para penggiat seni dan budaya.
Disdikbud Kalsel berharap, platform digital ini dapat menjadi gambaran menyeluruh mengenai entitas budaya Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi sarana generasi muda mengenal budaya daerahnya.
Pengembangan kamus Bahasa Banjar ini juga menjadi bagian dari perubahan arah kebijakan kebudayaan, di mana pemerintah tidak lagi ingin pembangunan budaya hanya berpusat pada kegiatan atau event, tetapi mulai diarahkan pada penguatan komunitas dan generasi muda.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto, mengatakan, “Yang terkait dengan muatan lokal di sekolah-sekolah. Untuk kamus Bahasa Banjar itu sudah kita susun satu bulan terakhir ini bekerja sama dengan Bahasa Ibu, itu ada 11.000 kosakata itu sudah online. Sudah kita bangun dalam satu bentuk ensiklopedia. Di ensiklopedia kebudayaan itu secara digital, itu cagar budaya itu sudah terpetakan secara spasial, terus warisan budaya sudah terpetakan, terus penggiat apa, seni budaya sudah terpetakan di sana. Jadi, kita berharap nanti ensiklopedia kebudayaan itu mewakili secara garis besar entitas budaya di Kalimantan Selatan, termasuk tadi kamus budaya Bahasa Banjar.”
Dalam rapat ini Disdikbud Kalsel juga menyampaikan keinginan untuk membangun Banua Cultural Ecosystem hingga 2030. Disdikbud berharap mendapat dukungan dewan dengan penguatan perencanaan dan penganggaran kebudayaan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





