Pamor Borneo Raup Investasi hingga Rp73 Triliun

Banjarmasin, Duta TV — Ajang Pamor Borneo yang digelar 7 hingga 9 Agustus, mencatat capaian positif dalam mendorong investasi di Kalimantan Selatan. Nilai letter of interest yang ditandatangani investor mencapai Rp73 triliun, jauh melampaui target awal sebesar Rp43 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya minat investor, baik dari dalam negeri maupun asing, terhadap proyek-proyek investasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan. Antusiasme investor juga terlihat dari tingginya permintaan one-on-one meeting dengan para pengelola proyek.
Investasi yang ditawarkan diarahkan tidak hanya pada komoditas utama seperti batu bara dan kelapa sawit, namun juga pada diversifikasi ekonomi, industrialisasi, serta hilirisasi. Salah satu proyek yang menjadi contoh adalah pengolahan batu bara menjadi gas metanol, dengan nilai investasi mencapai Rp46 triliun.
Selain investasi, rangkaian Pamor Borneo juga mencatat transaksi dan komitmen bagi pelaku UMKM. Berdasarkan data, penjualan produk UMKM di booth mencapai Rp306 juta, fasilitasi business deal sebesar Rp2,2 miliar, serta komitmen pembiayaan UMKM senilai Rp1,05 miliar.
“Awalnya kita punya target Rp43 triliun penandatanganan letter of interest. Tapi ternyata tadi seperti disampaikan ketua panitia, Rp73 triliun. Jadi ini hampir dua kali lipat. Memang ini letter of interest, tapi ini menggambarkan bagaimana menariknya proyek-proyek investasi Kalimantan Selatan dan juga Kalimantan bagi investor bukan hanya dalam negeri, tapi juga dari asing. Jadi kemarin itu daftar untuk one-on-one meeting setiap proyek itu sudah seperti dokter spesialis, pasien antre gitu. Antre untuk bisa melihat, kemudian berupaya untuk berpartisipasi menjadi penyedia dana proyek investasi di Kalimantan Selatan. Dan investasinya itu betul-betul sesuai yang kita harapkan. Yang pertama, diversifikasi, bukan hanya bahan-bahan yang umum seperti batu bara dan apa, minyak sawit, tapi juga industrialisasi dan hilirisasi,” jelas Haris Munandar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel.
Ajang Pamor Borneo juga menjadi momentum memperluas digitalisasi transaksi UMKM melalui QRIS. Kegiatan ini mencatat lebih dari 1.300 transaksi QRIS, serta lebih dari 900 ribu positive impression melalui media sosial.
Dalam penutupan Pamor Borneo 2026, Ketua Dekranasda Kalsel Hajjah Fathul Jannah Muhidin, didaulat sebagai Bunda QRIS. Ia mengajak masyarakat dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan QRIS karena dinilai memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





