Kalsel Target Nol Desa Tanpa Listrik di 2029

Banjarmasin, Duta TV — Seluruh desa di Kalimantan Selatan ditarget sudah menikmati aliran listrik pada tahun 2029. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menghapus desa tanpa listrik, termasuk di kawasan terpencil, terdepan, dan tertinggal atau wilayah 3-T.

Target tersebut disampaikan P-L-T Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Selatan H Endarto saat rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kalsel. Di 2026, pemerintah mencatat pemasangan jaringan listrik dan sambungan listrik baru telah rampung seratus persen, di 14 desa yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Capaian ini, menjadi langkah awal untuk mewujudkan seluruh desa di Kalimantan Selatan berlistrik pada 2029. Dinas ESDM mengatakan, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama PLN, masih melakukan survei calon penerima bantuan Program Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL di Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai, hingga Tanah Laut, di mana hasil pendataan diperkirakan akan menjangkau sekitar seribu delapan ratus pelanggan baru yang selama ini belum menikmati sambungan listrik.

“Nah, yang untuk bantuan dari APBN BPBL ini, saat ini di semester kedua ini lagi dilakukan survei oleh Dirjen Ketenagalistrikan melalui PLN. Data juga dari kita ya sebenarnya, dari mereka ada, dari kita ada, jadi kita kolaborasi data. Itu nanti kemarin yang disurvei ada wilayah Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai sampai ke sana. Kemudian ada Tanah Laut juga ada. Jadi ini sebenarnya hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga Pak Gubernur juga menyampaikan agar semua beliau berkeinginan ya artinya bertekad bahwa sampai tahun 2029 itu semua wilayah di desa di Kalimantan Selatan itu sudah mendapat bantuan jaringan dan pemasangan BPBL atau KWH gratis,” jelasnya.

Pihak ESDM mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat percepatan elektrifikasi dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah pusat sesuai roadmap nasional. Jika target bantuan tahun ini belum terpenuhi, program akan dilanjutkan kembali pada 2027.

Bantuan sambungan listrik diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, yang memiliki rumah sendiri dan dibuktikan dengan surat keterangan miskin dari pemerintah desa.

Sementara itu, Komisi III mengapresiasi capaian kinerja Dinas ESDM, di mana sebagian besar target program telah melampaui 77 persen, dan berharap target seluruh desa berlistrik pada 2029 benar-benar dapat diwujudkan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *