Femas, Peserta Tur Korsel yang Memisahkan Diri Terdeteksi di Ansan

Jakarta, DUTA TV – Femas Yani Arianto (22), peserta tur asal Madiun yang memisahkan diri dari rombongan saat tur di Korea Selatan, kini keberadaan di Kota Ansan, Provinsi Gyeonggi.

“Sudah, sudah, ada di Ansan ya,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Heni Hamidah saat ditemui di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kemenlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat masih berkoordinasi dengan otoritas setempat.

“Kita juga menghargai aturan mereka. Kita akan ikut dengan aturan setempat terkait penanganan oknum ini,” ujar dia.

Meski begitu, Heni belum mengetahui apakah insiden tersebut akan berdampak terhadap Indonesia.

Diinformasikan, setelah memisahkan diri dari rombongan, Femas diduga sempat bekerja secara ilegal di Korea Selatan.

Femas dipastikan juga telah melebihi izin tinggal atau overstay. Sebab, izin tinggalnya berakhir pada 13 Juli 2026.

CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani mengatakan, dugaan bahwa Femas sempat bekerja secara ilegal tersebut diperoleh berdasarkan informasi yang diterima dari komunitas WNI di Korea Selatan.

“Kami mulai melacak keberadaan Femas sejak hari pertama laporan diterima. Berdasarkan informasi dari komunitas WNI di sana, dia sempat bekerja, tetapi tidak betah,” ujar Fariz, Senin (20/7/2026), dilansir dari Kompas.com.

Menurut Fariz, hasil penelusuran menunjukkan Femas sempat berpindah-pindah lokasi setelah meninggalkan tempat kerjanya.

Salah satu lokasi yang sempat terlacak ialah berada di sebuah tempat ibadah di Provinsi Gyeonggi-do.

Aparat kepolisian di Korea Selatan pun sempat mendatangi tempat ibadah tersebut. Namun, Femas diduga bersembunyi di dalam, sehingga tidak bisa mengamankannya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, aparat kepolisian Korea Selatan tidak dapat langsung melakukan penindakan terhadap seseorang yang berada di dalam rumah ibadah.

Menurut dia, petugas baru dapat mengambil tindakan apabila yang bersangkutan telah keluar dari area tempat ibadah.

Namun, ketika petugas mendatangi tempat ibadah tersebut, pengurus menyampaikan bahwa Femas sudah tidak berada di lokasi.(kom)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *