Sudah 12 Malam Berturut-turut AS Gempur Iran

Jakarta, DUTA TV – Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan udara selama 12 malam berturut-turut terhadap target-target di Iran.
Sementara Teheran juga mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan balasan di seluruh wilayah Teluk.
Iran memperingatkan bahwa “tidak ada infrastruktur yang akan aman” kecuali keamanan mereka sendiri terjamin.
Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/7/20026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah melancarkan serangan tersebut untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi perairan regional.
Kantor Berita Fars, melaporkan bahwa ledakan telah terdengar di sekitar Bushehr, Iran selatan.
Sementara Kuwait mengatakan bahwa pertahanan udaranya sedang menghadapi serangan pesawat tak berawak Iran.
Iran menyatakan bahwa serangan di Teluk tidak akan berhenti jika AS terus menyerang dan mengancam Iran.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah unggahan pada hari Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang lebih banyak pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
“Di wilayah di mana kita tidak menjual minyak, tidak akan ada yang menjual minyak,” kata Ghalibaf.
“Jika keamanan kita tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman,” lanjur dia.
Pernyataan Ghalibaf muncul setelah serangan AS lainnya pada Selasa malam, beberapa di antaranya menghantam pembangkit listrik dan jalan raya Iran.
Kedua belah pihak telah menargetkan infrastruktur sipil, yang merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional kecuali jika digunakan untuk tujuan militer.
Kementerian Kesehatan Iran mengatakan serangan AS sejak akhir bulan lalu telah menewaskan 53 orang, termasuk tiga anak, dan melukai 590 lainnya.(lip6)





