Anggaran PUPR Kalsel 2027 Dipangkas Rp800 Miliar, Sejumlah Proyek Terancam Dicoret

Banjarmasin, Duta TV — Pemangkasan anggaran menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kalimantan Selatan bersama Dinas PUPR. Berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat membuat Dinas PUPR Kalsel harus melakukan efisiensi besar-besaran, nilainya mencapai sekitar Rp800 miliar.
Pemangkasan itu berdampak langsung pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan. Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan HM Yasin Toyib menyebut, efisiensi dilakukan dengan memangkas kegiatan yang belum bersifat wajib, sedangkan proyek-proyek yang telah memiliki kontrak atau skema multiyears tetap diprioritaskan agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun menghambat target pembangunan.
Yasin menjabarkan, sejumlah kegiatan terutama pada bidang Cipta Karya terpaksa ditunda bahkan dihapus dari daftar pelaksanaan tahun anggaran 2027.
Langkah tersebut diambil agar anggaran yang tersisa difokuskan untuk memenuhi standar pelayanan minimal serta mendukung program prioritas pemerintah daerah.
Kepala Dinas PUPR Kalsel HM Yasin Toyib mengatakan, “Ya, pasti ada kegiatan-kegiatan yang akan kita efisiensikan. Ada kegiatan-kegiatan yang wajib itu kan kayak multiyears itu kan sudah wajib karena sudah ada PKS-nya, sudah ditandatangani kontrak. Nah, itu yang kita penuhi. Kalau sisanya kita turunkan ya nilainya, cukup banyak ya. Tadi kayak misalkan Cipta Karya ada pembangunan, contoh kayak di sub tadi kita take down aja sudah, kita hilangkan. Seperti itu kegiatan-kegiatan yang inilah, kita take down aja dulu.”
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Selatan Mustaqimah menilai, pemangkasan anggaran akan mengurangi cakupan program pembangunan. Sehingga, Komisi III akan melakukan pembahasan lanjutan bersama pemerintah daerah untuk menyusun ulang skala prioritas agar anggaran yang tersedia tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah mengatakan, “Pastinya program-program yang mereka susun itu pasti akan berkurang. Tapi nanti kita akan bahas kembali, kita akan lihat lagi mana-mana program yang memang masih bisa digeser angkanya gitu, untuk bisa kita taruh di tempat yang memang prioritas ya. Apalagi kita sudah mengetahui ada beberapa program yang kita usahakan untuk menyentuh masyarakat dan tentunya sesuai dengan visi dan misi gubernur.”
Sementara itu, di sisi lain, proyek strategis seperti pembangunan stadion dan rumah dinas dipastikan tetap berlanjut karena telah terikat perjanjian kerja sama.
Selain membahas anggaran 2027, rapat ini juga mengevaluasi program yang harus dipertahankan maupun yang terpaksa ditunda akibat keterbatasan fiskal daerah.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





