Bupati Lombok Barat Terima Suap Alphard hingga Sapi Kurban

Jakarta, DUTA TV – KPK menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Zai Ahmad Zaini sebagai tersangka dugaan korupsi karena ikut main proyek dan menerima suap.

Total penerimaan diduga mencapai Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang tunai dan barang.

“Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

KPK menduga Lalu Ahmad Zaini menerima suap dalam bentuk uang dan barang. Total nilainya Rp 1,6 miliar.

“Selain dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa pada proyek-proyek di Dinas PUPRPKP dan dinas-dinas lainnya, LAZ juga diduga menerima sejumlah uang, barang, ataupun fasilitas dari Alvonsus Gani selaku Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument.

“PT MSI merupakan vendor PT AMGM, yang merupakan perusahaan air minum daerah di Lombok Barat,” ujar Achmad Taufik.⁷

Dia mengatakan PT MSI mendapat proyek tata kelola air bersih di Lombok Barat senilai Rp 27,1 miliar. PT MSI pun rutin memberi suap ke Lalu Ahmad Zaini.

Berikut rinciannya:
– Satu unit mobil merek Toyota Alphard senilai Rp 1,2 miliar;
– Satu pasang sepatu merek Hermes senilai Rp 19 juta;
– Akomodasi perjalanan LOP-JKT (Bupati sering kali melakukan perjalanan Lombok-Jakarta PP);
– Uang tunai sekurang-kurangnya senilai Rp 380 juta;
– Satu unit telepon genggam merek iPhone 17 Pro senilai Rp 26 juta;
– Satu ekor sapi kurban senilai Rp 17 juta.

Selain itu, KPK juga mengungkap Lalu Ahmad dan Dirut PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat (PT AMGM), Sudirman, menempatkan uang di rumah sakit dengan modus beli saham.

“Selain itu, LAZ dan SUD juga diduga menempatkan uang sejumlah Rp 2,25 miliar di Rumah Sakit Sisa Sentra Medika dengan modus pembelian saham ataupun uang operasional Bupati,” ujar Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein.

Dia mengatakan penyidik KPK masih mendalami lebih lanjut aliran dana tersebut. KPK juga mengusut siapa saja pihak yang terlibat.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *