Serikat Buruh Kalsel Konsolidasi, Kawal RUU Ketenagakerjaan dan Tekan Angka PHK

Banjarmasin, Duta TV — Serikat pekerja dan serikat buruh di Kalimantan Selatan menggelar konsolidasi bersama guna menyamakan sikap terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Konsolidasi dihadiri perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI), serta organisasi serikat pekerja lainnya. Turut hadir Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, APINDO, dan unsur kepolisian.
Dalam forum tersebut, serikat buruh menyampaikan hasil kajian terhadap draf RUU Ketenagakerjaan yang terdiri dari 19 bab, 140 pasal, dan 174 halaman. Mereka menilai masih terdapat sejumlah materi yang belum sepenuhnya mengakomodasi putusan Mahkamah Konstitusi sehingga berbagai usulan perbaikan telah disampaikan kepada pemerintah.
Selain mengawal regulasi baru, mereka juga menyoroti masih maraknya praktik alih daya atau outsourcing yang dinilai belum memberikan kepastian kerja dan kesejahteraan bagi para pekerja.
Ketua DPD KSBSI Kalimantan Selatan, Mesdi, mengatakan selain mengawal pembahasan RUU, serikat pekerja juga menaruh perhatian terhadap tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kalimantan Selatan yang disebut menempati peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat.
“Selain mengawal pembahasan RUU, serikat pekerja juga menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja di Kalimantan Selatan yang disebut menempati peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat. Karena itu, kami mendorong penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui dialog dan solusi yang menguntungkan seluruh pihak,” ujarnya.
Serikat pekerja berharap pembahasan RUU Ketenagakerjaan dapat menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan lebih baik bagi pekerja tanpa menghambat pertumbuhan dunia usaha. Sesuai rencana, RUU Ketenagakerjaan ditargetkan mulai diundangkan pada Oktober mendatang.
Selain agenda konsolidasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan nonton bareng final Piala Dunia.
Reporter: Mawardi





