Program Lumbung Pangan Berkah BAZNAS Kalsel Berhasil Cetak Petani Mandiri

Banjarmasin, Duta TV — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan BAZNAS Kalimantan Selatan. Melalui Program Lumbung Pangan Berkah, BAZNAS Kalsel berhasil menjadi Juara I kategori zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) produktif pada Festival Syariah Bank Indonesia 2026 yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat pada 11 hingga 13 Juli lalu.
Program ini dinilai sebagai inovasi terbaik dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. BAZNAS Kalsel mengungguli 17 finalis lainnya dari kawasan Indonesia Timur.
Posisi kedua diraih Kalimantan Timur pada kategori peternakan, sedangkan peringkat ketiga ditempati Maluku. Keberhasilan ini tidak lepas dari dampak nyata Program Lumbung Pangan Berkah yang mengubah kondisi petani di Desa Anjir Pasar Kota II.
Program tersebut lahir sebagai respons atas keterpurukan petani akibat serangan hama tungro pada 2022 yang diperparah dampak pandemi Covid-19 pada tahun-tahun sebelumnya.
BAZNAS Kalsel kemudian berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Balai Penyuluh Pertanian setempat. Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari perencanaan, identifikasi permasalahan, hingga implementasi teknis di lapangan.
Hasilnya, dalam kurun waktu tiga tahun, luas lahan pertanian yang dibina meningkat dari 33 hektare menjadi 100 hektare. Jumlah petani penerima manfaat juga bertambah dari 25 orang menjadi 82 orang. Produktivitas panen pun naik signifikan, dari sekitar 2,9 ton per hektare menjadi lebih dari 4 ton per hektare.
Tidak hanya meningkatkan hasil produksi, program ini juga berhasil mengubah mustahik atau penerima zakat menjadi muzakki, yakni masyarakat yang telah mampu menunaikan zakat.
Keberhasilan tersebut dinilai sebagai pencapaian luar biasa dalam pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif. Program Lumbung Pangan Berkah juga mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sejalan dengan Asta Cita pemerintah.
“Alhamdulillah kita mendapat Juara I. Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras. Berkat kerja sama dan optimisme tim, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik,” ucap Ilham, Ketua BAZNAS Kalimantan Selatan.
Ahmad Rafi’ie, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan BAZNAS Kalimantan Selatan, mengatakan bagi BAZNAS, program ini merupakan model yang harus terus dikembangkan. Tidak mudah mengubah mustahik menjadi muzakki, tetapi melalui pendampingan yang berkelanjutan hal itu bisa diwujudkan.
“Program ini dimulai dari perencanaan yang matang dengan menyusun kerangka kerja yang jelas. BAZNAS Kalsel tidak berjalan sendiri, tetapi menggandeng berbagai mitra untuk bersama-sama mendampingi petani hingga berhasil,” ujar Zumrotun Nisa’as, Kasi Pendayagunaan BAZNAS Kalimantan Selatan.
Atas keberhasilannya, kawasan binaan tersebut turut memperoleh penghargaan dari Kementerian Desa sebagai desa percontohan. Sebelumnya, pada 2019, BAZNAS Kalsel juga pernah meraih Juara II dalam ajang Lomba ZISWAF Unggulan Tingkat Nasional.
Reporter: Nina Megasari





