Psikolog Sebut Dalih ‘Iseng’ tak Bisa Benarkan Ancaman Bom ke Sekolah

Jakarta, DUTA TV – Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan dalih “iseng” tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan mengirim ancaman bom ke sekolah karena setiap orang harus memahami konsekuensi dari perilakunya.
“Ketika perilaku itu sudah mengkhawatirkan lingkungan orang lain, membuat tidak nyaman atau bahkan meresahkan, perilaku itu tidak bisa disebut dengan iseng,” kata Sani saat dihubungi, Rabu.
Ia menilai setiap orang perlu memiliki kesadaran terhadap dampak dari setiap tindakan yang dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
“Perlu adanya awareness, kesadaran tentang apa yang dilakukan supaya dia tahu bahwa perilakunya itu tidak merugikan orang lain. Jadi, tidak bisa perilaku dikatakan iseng padahal kategorinya sudah meresahkan atau merugikan orang lain,” ujar dia.
Batasan suatu candaan dapat dilihat dari dampaknya. Candaan seharusnya menghadirkan rasa senang, membuat orang lebih rileks, tanpa memicu keresahan atau perilaku yang berdampak negatif.
“Apakah (candaan) itu menimbulkan kerugian atau melanggar hukum, misalnya, atau melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan. Itu batasannya,” kata dia.
Seorang laki-laki di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, mengirimkan pesan berisi ancaman bom kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin (13/7), bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah tersebut. Pelaku berinisial MY, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku iseng melakukan aksi tersebut.
Peristiwa tersebut sudah ditangani kepolisian dan sekolah sudah dinyatakan aman pada Senin (13/7) pagi.
Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Kamtono, Selasa (14/7), menyatakan situasi di sekolah itu kondusif.(ant)




