DPRD Banjarmasin Soroti SD dengan Satu Siswa, Saut: Disdik Harus Turun ke Lapangan

Banjarmasin, Duta TV — Fenomena minimnya jumlah peserta didik di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kota Banjarmasin mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Banjarmasin. Salah satu sekolah yang menjadi sorotan adalah SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin.
Pada tahun ajaran baru, sekolah ini hanya menerima satu orang siswa. Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan perlu segera melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab rendahnya jumlah peserta didik di sekolah tersebut.
Evaluasi itu, menurut Saut, penting untuk memastikan apakah minimnya siswa disebabkan oleh berkurangnya jumlah anak usia sekolah di kawasan tersebut atau justru karena adanya persoalan lain, seperti kondisi sarana dan prasarana maupun faktor kualitas layanan pendidikan.
Apabila hasil kajian menunjukkan sekolah tersebut sudah tidak lagi efektif untuk beroperasi, Saut mengusulkan agar dilakukan penggabungan dengan Sekolah Dasar Negeri terdekat. Langkah itu dinilai dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus mendukung perkembangan sosial dan psikologis peserta didik.
Saut Nathan Samosir, Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, mengatakan, “Kita sangat miris melihat kondisi ini. Harapan kami Dinas Pendidikan segera turun ke lapangan untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. Apakah memang sudah tidak ada anak usia sekolah di wilayah itu, atau ada persoalan di sekolah tersebut, misalnya infrastruktur maupun faktor lainnya. Kalau menurut kami, sebaiknya sekolah itu digabung dengan SD terdekat agar anak tidak harus belajar sendirian dan tetap bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.”
DPRD berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menentukan kebijakan penataan sekolah, sehingga layanan pendidikan tetap berjalan efektif dan seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang layak.
Reporter: Nina Megasari dan Ade Yanuar





