Realisasi Belanja Kalsel Tembus Rp11 Triliun, Disperkim Masih Rapor Merah

Banjarmasin, Duta TV — Rendahnya serapan anggaran yang belum mencapai 50 persen menjadi fokus utama dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kalimantan Selatan bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Dalam rapat evaluasi ini, dewan mempertanyakan progres pelaksanaan program kerja tahun 2026 sekaligus kesiapan penyusunan anggaran tahun 2027.
Komisi III menilai rendahnya realisasi anggaran harus segera diatasi agar program pembangunan yang telah direncanakan tidak mengalami keterlambatan.
Komisi III menyebut capaian serapan anggaran menjadi tolok ukur efektivitas pelaksanaan pembangunan sekaligus dasar dalam menentukan besaran anggaran pada tahun berikutnya.
Dewan meminta seluruh perangkat daerah, khususnya mitra kerja Komisi III, agar memaksimalkan penyerapan anggaran sehingga pembangunan berjalan sesuai target dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Sudah dijabarkan tadi untuk serapannya masih rendah. Namun dari pihak kepala dinas itu sudah berkomitmen bahwa untuk serapan bisa dikejar di akhir bulan ini. Nah, kami juga sangat berharap bahwa apa yang sudah beliau sampaikan itu sudah bisa direalisasikan, karena itu sangat mempengaruhi nantinya untuk dari proses penganggaran untuk di tahun 2027,” ungkap Mustaqimah, ketua Komisi III DPRD Kalimantan Selatan.
Berdasarkan catatan, realisasi serapan belanja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hingga akhir triwulan II atau pertengahan tahun 2026 mencapai Rp11,09 triliun atau 82,77 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp13,40 triliun. Meski demikian, capaian ini masih menyisakan sisa lebih perhitungan anggaran sebesar Rp2,97 triliun.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





