Putera Puteri Kalsel Siap Kenalkan Potensi Banua di Panggung Nasional

Banjarmasin, Duta TV Suasana meriah mewarnai malam penobatan Putera Puteri Kalimantan Selatan 2026. Abdussalam dan Veronica resmi terpilih sebagai wakil Banua untuk mengikuti ajang Putera Puteri Budaya Indonesia 2026 tingkat nasional.

Yayasan penyelenggara menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga menjadi sarana bagi para duta budaya untuk memperkenalkan karakter, identitas, dan kekayaan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat Indonesia.

Salah satu potensi daerah yang akan diperkenalkan adalah Pisang Tundang, komoditas indikasi geografis khas Kabupaten Tanah Laut yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Hutan Bukit Priangan di Desa Bumi Jaya.

Komoditas tersebut dinilai memiliki nilai budaya dan ekonomi yang layak diangkat sebagai produk unggulan daerah.

Pembina Putera Puteri Kalimantan Selatan, Fahruzzaini, mengatakan pihak yayasan berharap para delegasi mampu membawa karakter daerah serta memperkenalkan berbagai potensi unggulan Banua kepada masyarakat nasional.

“Kami ingin para delegasi yang maju ke tingkat nasional mampu membawa karakter daerah dan memperkenalkannya kepada masyarakat Indonesia, baik secara visual maupun audio. Salah satu fokus kami adalah memperkenalkan Pisang Tundang, komoditas indikasi geografis khas Tanah Laut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan dan oleh-oleh daerah,” ujar Fahruzzaini.

Selain Pisang Tundang dan berbagai produk turunannya, sejumlah kekayaan budaya dari daerah lain di Kalimantan Selatan juga akan diperkenalkan melalui ajang nasional tersebut.

Sementara itu, Regional Director Putera Puteri Kalimantan Selatan, M. Rio Mursid Wijaya, menjelaskan proses pemilihan delegasi dilakukan secara khusus melalui tahapan wawancara dan penilaian kualifikasi yang berlangsung hampir dua bulan.

“Kami tidak membuka audisi secara terbuka karena fokus kami adalah mempersiapkan peserta yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi ajang nasional. Setelah melalui proses wawancara dan seleksi yang cukup panjang, akhirnya kami menetapkan Veronica dan Abdussalam sebagai wakil Kalimantan Selatan,” jelas Rio.

Menjelang kompetisi nasional, Abdussalam dan Veronica terus mempersiapkan diri dengan memperdalam wawasan budaya Kalimantan Selatan serta menjaga kesiapan fisik dan mental.

Abdussalam mengakui tantangan terbesar saat ini adalah membagi waktu antara pekerjaan, persiapan fisik, mental, dan pendalaman materi budaya yang akan dibawa ke tingkat nasional.

“Ajang ini berskala nasional sehingga membutuhkan persiapan yang sangat matang, terutama dalam memahami budaya Kalimantan Selatan yang akan kami representasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Veronica mengaku termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan menjadikan ajang tersebut sebagai sarana aktualisasi diri.

“Saya menyukai tantangan dan ingin mengetahui sejauh mana kemampuan saya untuk terus berkembang. Semangat yang saya pegang adalah Waja Sampai Kaputing, haram menyerah,” kata Veronica.

Kalimantan Selatan optimistis para delegasi yang dikirim ke tingkat nasional mampu mengulang prestasi membanggakan yang pernah diraih sebelumnya.

Selain mengejar prestasi, mereka juga diharapkan menjadi duta promosi budaya, potensi daerah, serta karakter generasi muda Banua di tingkat nasional hingga internasional.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *