Musim Kemarau, Warga Rentan Terserang Faringitis dan DBD

Banjarmasin, Duta TV — Cuaca panas dan kualitas udara yang menurun berdampak langsung pada kesehatan warga.

Saat kemarau, konsumsi minuman dingin biasanya meningkat. Namun, jika berlebihan, minuman dingin bisa memicu iritasi tenggorokan dan menyebabkan radang atau faringitis.

Selain faringitis, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA juga harus diwaspadai, terutama jika kualitas udara memburuk akibat kabut asap dari kebakaran lahan.

Tak hanya itu, penyakit demam berdarah dengue atau DBD yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti juga berpotensi meningkat, terutama saat hujan turun diselingi panas, karena nyamuk cepat berkembang biak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti, mengakui sejumlah puskesmas sudah melaporkan lonjakan kasus faringitis sejak sepekan terakhir.

“Kita tahu sudah hampir seminggu panas kering. Salah satu penyakit musim kemarau panas, makanan paling enak ya es. Jadi kasus yang meningkat dari laporan puskesmas adalah faringitis atau radang tenggorokan karena cuaca panas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai DBD saat cuaca berubah.

“Kebetulan daya tahan tubuh kita lemah, jadi yang diserang saluran pernapasan atas. Kalau diselingi hujan dan panas lagi, kita juga harus waspada DBD,” tambahnya.

Atmi mengimbau warga yang sering mengonsumsi minuman dingin agar menyelinginya dengan minuman hangat. Ia juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah genangan air agar terhindar dari penyebaran DBD.

Pencegahan sederhana mulai dari pola makan dan kebersihan lingkungan dinilai cukup efektif menekan lonjakan penyakit saat musim kemarau.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *