Arab Saudi Kreasikan 211 Ton Kain Ihram Bekas Jemaah Haji

Jakarta, DUTA TV – Kain ihram yang selama ini identik dengan ibadah haji ternyata tidak selalu berakhir menjadi limbah setelah digunakan jemaah.

Melalui program Ihram Berkelanjutan, Arab Saudi berhasil mengolah ratusan ton kain ihram bekas menjadi ribuan produk baru yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Data terbaru yang disampaikan Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi menunjukkan bahwa lebih dari 5.000 produk berhasil diproduksi dari tekstil daur ulang yang berasal dari kain ihram jemaah haji selama satu tahun terakhir.

Juru Bicara Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, Sultan Al-Harthi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu implementasi nyata konsep ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan haji.

Alih-alih berakhir di tempat pembuangan sampah, kain ihram yang telah digunakan jemaah dikumpulkan, diproses, dan diubah menjadi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kain ihram yang terkumpul setelah musim haji tidak langsung dibuang.

Tekstil tersebut terlebih dahulu melalui proses pengumpulan, penyortiran, pembersihan, hingga sterilisasi sebelum masuk ke tahap produksi.

Setelah seluruh prosedur selesai dilakukan, kain ihram kemudian diolah menjadi berbagai produk baru seperti tas, bantal, selimut, souvenir, dan beragam produk tekstil lainnya.

Menurut Al-Harthi, seluruh proses dilakukan dengan standar kesehatan yang ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.

Ia menegaskan tidak ada bahan yang digunakan kembali sebelum menyelesaikan seluruh tahapan sterilisasi dan pengolahan yang dipersyaratkan.

Program ini tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah.

Pusat Nasional Pengelolaan Limbah mencatat lebih dari 211 ton tekstil berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir selama musim haji.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar mengingat jutaan jemaah menggunakan kain ihram setiap tahun selama pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Pengurangan volume limbah tekstil tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon yang biasanya muncul dari proses pengelolaan sampah konvensional.

Selain itu, pemanfaatan kembali kain ihram membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengangkutan dan pembuangan limbah.(him)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *