Pendapatan Angkutan LPG Belum Maksimal, PT Bangun Banua Incar Status Agen Pertamina

Banjarmasin, Duta TV — Usaha angkutan gas elpiji milik perusahaan daerah PT Bangun Banua hingga kini masih terus berjalan, meski terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.
Namun, pendapatan usaha dinilai masih belum maksimal karena perusahaan hanya bergerak sebagai pengangkut elpiji dari SPBE menuju pangkalan-pangkalan gas di sejumlah daerah.
Direktur Utama Afrizaldi mengatakan, selama ini Bangun Banua hanya memperoleh pemasukan dari biaya angkut.
Sementara, keuntungan yang lebih besar justru berada di tingkat keagenan elpiji. Karena itu, perusahaan kini mulai membidik peluang menjadi agen resmi elpiji Pertamina.
Langkah itu dinilai dapat meningkatkan pendapatan usaha sekaligus memperluas layanan distribusi energi di Kalimantan Selatan.
Namun, upaya menjadi agen resmi masih menghadapi sejumlah kendala administrasi dan teknis. Kendala itu seperti penyesuaian klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia atau KBLI, serta sertifikasi usaha yang hingga kini masih belum terpenuhi.
Afrizaldi, Direktur Utama PT Bangun Banua, mengatakan, “Pertama, itu terkait angkutan gas LPG, sampai sekarang tetap jalan. Tapi ini kami masih mengikuti ulang dengan adanya kenaikan harga BBM, itu tentu berdampak juga kepada sistem angkutan kami. Nantinya nanti mungkin ada pembicaraan ulang terhadap unit-unit usaha yang selama ini menjadi fokus kami itu.Karena ada beberapa titik itu di daerah Tanah Laut, bukit sampai sekarang bisnisnya masih berjalan namun dalam hal ini kami ingin mengembangkan sebenarnya, bukan cuma di bidang angkutan, tapi mencoba melakukan komunikasi dengan Pertamina itu untuk menjadi agen. Cuma ini masih dalam proses, ada beberapa hal yang belum bisa kami penuhi, persyaratan yang diajukan oleh Pertamina tersebut. Itu terkait angkutan BBM.”
Selain membidik bisnis keagenan elpiji, PT Bangun Banua juga membentuk anak perusahaan baru bernama Nusa Bangun Banua.
Anak perusahaan ini akan menangani berbagai lini usaha di luar holding utama, seperti jasa bengkel, servis kendaraan hingga layanan teknik lainnya.
Bangun Banua menilai peluang bisnis di lingkungan pemerintah provinsi masih sangat besar dan belum dimanfaatkan maksimal oleh perusahaan daerah.
Selain bisnis gas elpiji, perusahaan juga kembali membuka peluang usaha tambang pasir setelah adanya revisi RTRW di Kabupaten Barito Kuala, di mana proses perizinan kembali diajukan dan ditargetkan mulai berprogres dalam beberapa bulan ke depan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





