Momentum Hari Jadi; Gubernur H. Muhidin Apresiasi Deklarasi Kilau Sampah Pemko Banjarbaru

Banjarbaru – dutatv.com Mengusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, peringatan Hari Jadi Banjarbaru ini diawali dengan tari kolosal “Lumbung Kehidupan” yang sarat makna, lalu Deklarasi Kilau Emas yaitu sebuah komitmen dalam pengelolaan dan pilah sampah, hingga penayangan visual keberhasilan pembangunan Kota Banjarbaru. Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru tahun ini tampil berbeda dengan mengusung nuansa keindahan alam dan kearifan lokal Kalimantan di Lapangan Murdjani, Banjarbaru, Senin (20/04/2026) pagi.
Memakai baju sasirangan berwarna cream muda, Gubernur Kalsel Muhidin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Fathul Jannah Muhidin tiba di Balai Kota Banjarbaru pukul 09.26 WITA.
Hadir juga Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman dan sejumlah kepala daerah se-Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel H. Muhidin memberikan aspirasi atas deklarasi Kilau Sampah yang dicanangkan Pemko Banjarbaru, beliau mendorong deklarasi ini tidak hanya diatas kertas, tapi menjadi tindakan nyata.
“Nah ini bagus dan bisa contoh kabupaten lain dalam mengelola sampah, supaya kedepannya tidak ada lagi masalah sampah. Apalagi sekarang ada Menteri Lingkungan Hidup Pak Hanif yang juga merupakan warga asli Banua, tentu menjadi semangat tambahan bagi kita semua untuk terus menjaga lingkungan dan memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru atas langkah strategis dalam pembebasan lahan untuk pembangunan stadion internasional. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan infrastruktur serta membuka peluang bagi pengembangan sektor olahraga dan ekonomi di masa mendatang.
“Ini langkah maju yang patut kita apresiasi. Pembangunan stadion internasional tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Banjarbaru, tetapi juga Kalimantan Selatan secara umum. Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan olahraga berskala nasional bahkan internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Gubernur juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga dalam mewujudkan visi Banjarbaru sebagai kota yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah yang berlandaskan budaya lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Gubernur menegaskan, pembangunan Kota Banjarbaru ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui semangat gawi sabarataan, kita ingin memastikan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam pembangunan. Dengan kebersamaan, Banjarbaru dapat terus tumbuh menjadi kota yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur Kalsel. H. Muhidin bersama Istri, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman bersama istri, serta Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama suami juga membuka secara Festival Soto Banjar “Menuju Kota Gastronomi” sebagai tanda dimulainya pembagian 15 Ribu porsi kepada masyarakat yang hadir.
Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru juga diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat secara langsung. Mulai dari pembagian 15 ribu porsi soto Banjar, hingga kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai spiritual.
Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Hannan Attaki serta syekh asal Banjar turut menjadi magnet bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar sehari sebelumnya di Masjid Agung Al-Munawarah tersebut dihadiri lebih dari 7 ribu jemaah.
Peringatan ini pun menjadi momentum refleksi sekaligus harapan bagi seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dalam mewujudkan Banjarbaru Emas (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) sebagai kota yang berwawasan lingkungan.
Tim





