Perbanyak Sosialisasi, Gubernur H. Muhidin Terus Dorong Masyarakat Transaksi Non Tunai QRIS

Palangkaraya – dutatv.com, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan beberapa arahan penting dalam hal percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, mulai penggunaan transaksi non tunai seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh masyarakat, hingga kepemilikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) oleh Pemerintah Daerah dalam melakukan transaksi keuangan.

Arahan ini disampaikan Gubernur H Muhidin dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalsel tahun 2026, pada Rabu (15/4/2026) di Swiss Belhotel Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Gubernur H Muhidin mendorong masyarakat supaya melakukan transaksi non-tunai melalui QRIS yang saat ini pemanfaatannya masih dibawah 10 persen dari seluruh transaksi masyarakat. Meskipun saluran atau fasilitas pendukung yang disediakan sudah cukup siap.

“Kita kurang sosialisasi mungkin. Jadi kita perbanyak sosialisasi dan diajari masyarakat hingga terbiasa menggunakan QRIS ini,” ujar gubernur.

Begitu juga dengan penggunaan KKI oleh Pemda, gubernur mendorong agar memanfaatkan fasilitas ini. Hanya saja, dari 13 kabupaten kota se Kalsel, saat ini baru enam Pemda yang menerapkannya.

“Saya mengimbau kepada Pemda yang belum mempunyai KKI supaya memilikinya. Kalau daerah saja tidak menggunakan (transaksi nontunai,red) apalagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Hal lain yang disampaikan, Gubernur H Muhidin setuju adanya program pemberitaan insentif bagi pengunaan QRIS bagi masyarakat dan Pemda yang tentunya diiringi dengan kesiapan channel digital.
Arahan berikutnya, kepada pihak terkait, agar memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dan bank pembangunan daerah (BPD) dalam menyediakan layanan digital yang terintegrasi dan handal.

Terakhir disampaikan gubernur, bahwa perlu dipahami bersama, digitalisasi selain berbicara tentang alat transaksi, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan untuk memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat

Gubernur lalu mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga konsistensi dalam pelaksanaan program TP2DD, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalsel.

HLM TP2DD Wilayah Kalsel yang mengangkat tema “Optimalisasi pendapatasli daerah (PAD) dan belanja daerah melalui percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kalsel” ini melibatkan seluruh anggota TP2DD dan kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Kegiatan turut dihadiri Panglima Daerah Militer XXII/Tambun Bungai (Pangdam XXII/TB) Mayjen TNI Zainul Arifin, Komandan Korem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus beserta forkopimda lainnya.
Hadir juga Kepala Bank Indonesia Kalsel Fadjar Majardi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalsel Agus Maiyo, dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel Catur Ariyanto Widodo, Direktur Utama Bank Kalsel Fahrudin serta Direktur Utama PT. Bangun Banua Aprizaldi.

Para kepala daerah atau yang mewakili dari 13 kabupaten/kota se Kalsel, Asisten Setdaprov, Staf Ahli Gubernur, Tim Ahli Gubernur (TAG), dan kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Di awal rapat, Wakil Ketua TP2DD Wilayah Kalsel, Fadjar Majardi melaporkan, saat ini seluruh Pemda di Kalsel berada pada tahap digital dengan skor di atas 89%. Angka ini Ini menunjukkan bahwa Pemda di Kalsel secara konsisten mampu mempertahankan indeks ETPD pemerintah daerah pada kategori digital.

Disebutkan, kendala yang dihadapi antara lain masih terdapat berbagai aspek yang perlu terus diperkuat khususnya dalam upaya meraih predikat TP2DD terbaik pada level provinsi maupun kabupaten/kota oleh Pemda.

Di lingkungan pemerintah daerah terus menunjukkan perkembangan khususnya dari sisi penyediaan kanal pembayaran digital.

“Jadi kanalnya, mesinnya, sistemnya, sudah bisa dibilang tersedia penyediaan digital untuk pembayaran telah berjalan dengan cukup baik,” sebut Fadjar.

Pembayaran melalui channel digital seperti QRIS, internet banking dan e-commerce di mayoritas wilayah Kalimantan Selatan masih berada di bawah 50%. Jadi pemanfaatannya masih di bawah 50%, sisanya masih tunai semua.

Diskusi dalam HLM ini menghadirkan panelis yaitu Sekretaris TP2DD Kalsel Subhan Noor Yaumil bersama Agus Maiyo (Kepala OJK) dan Fahruddin (Dirut Bank Kalsel) selaku anggota.
Pada kesempatan itu, disampaikan pemenang Banua Digital Award 2026 kategori transformasi digital terbaik yang diberikan kepada Kota Banjarbaru. Tropi penghargaan diberikan gubernur H Muhidin didampingi Ketua OJK Kalsel Agus Maiyo.

Tim

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *