Kinerja Meningkat, Bangun Banua Perkuat Posisi Saham hingga 70 Persen dalam Kerja Sama dengan Pelindo

Banjarbaru – dutatv.com, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan badan usaha daerah sebagai motor peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini tercermin dalam pertemuan strategis antara Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama jajaran direksi PT Bangun Banua Kalimantan Selatan dan PT Ambapers dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar dan jajarannya di Jakarta, akhir Maret kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas penyesuaian komposisi saham antara PT Bangun Banua Kalsel dan Pelindo. Sebelumnya, komposisi kepemilikan saham berada pada angka 60 persen untuk Bangun Banua dan 40 persen untuk Pelindo.

Ditemui usai menggikuti Penandatanganan Kontrak Kerjasama Pembangunan Jembatan Penghubung Kalimantan – Pulau Laut yang digelar di Kantor PUPR Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/3), Gubernur H. Muhidin mengungkapkan, hasil komunikasi menghasilkan kesepakatan peningkatan porsi saham Bangun Banua menjadi 70 persen.

“Artinya ada tambahan 10 persen saham yang akan dibeli oleh Bangun Banua,” ujar H. Muhidin.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat peran daerah dalam pengelolaan potensi ekonomi, khususnya sektor kepelabuhanan dan logistik. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan saham tersebut didukung oleh kinerja operasional, termasuk aktivitas pengerukan alur Sungai Barito yang selama ini berjalan.

Penyesuaian komposisi saham ini diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan deviden yang diterima Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD.

Gubernur turut mengapresiasi kinerja PT Bangun Banua di bawah kepemimpinan Direktur Utama H. Afrizaldi. Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan daerah tersebut menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan pendapatan yang mencapai Rp8,1 miliar.

H. Afrizaldi, Direktir Utama PT. Bangun Banua Kalimantan Selatan

Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, H. Afrizaldi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya membahas pengerukan alur sungai, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis lainnya.

“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik oleh Bangun Banua maupun Ambapers, untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan pengerukan alur Sungai Barito akan dijadikan sebagai model percontohan (pilot project) untuk dikembangkan di daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, khususnya wilayah dengan aktivitas angkutan laut komoditas.

Ke depan, PT Ambapers juga direncanakan melakukan ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi logistik maritim, baik melalui kerja sama dengan BUMN maupun pengelolaan mandiri.

Selain itu, ruang lingkup usaha yang selama ini didominasi oleh angkutan tongkang batubara dan kayu, akan diperluas ke sektor lain seperti kapal kargo, layanan pelabuhan, hingga kegiatan bongkar muat.

Aktivitas transportasi di Sungai Barito

Dengan penguatan struktur kepemilikan saham dan ekspansi bisnis yang terarah, PT Bangun Banua dinilai semakin menunjukkan perannya sebagai BUMD yang adaptif, progresif, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, dengan tata kelola profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.
Tim

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *