Emak-emak yang Tagih Utang Sebelum Jenazah Dikuburkan Mendapat Jaminan dari Keluarga

Sampang, DUTA TV – Aksi sejumlah emak-emak menahan penguburan jenazah di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, viral di media sosial.

Ternyata, aksi tersebut dilakukan untuk memastikan ahli waris bertanggung jawab atas utang almarhum semasa hidupnya.

Kasi Humas polres Sampang, AKP Eko puji Waluyo menyampaikan, SM (46) yang meninggal diduga memiliki banyak tanggungan hutang.

Sehingga emak-emak itu menahan penguburan agar ahli waris tetap bertanggung jawab.

“Sebelum keluarga almarhum menyatakan siap bertanggung jawab untuk membayar tanggungan almarhum, maka jenazah tidak boleh dikuburkan,” kata Eko, Senin (2/3/3026).

Menurutnya, setelah mendengar SM meninggal dunia karena sakit, sejumlah warga yang pernah meminjamkan uang maupun emas mendatangi rumah duka untuk meminta pertanggungjawaban suami atau anak almarhum.

Insiden tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan musyawarah, pihak keluarga akhirnya menyatakan kesediaan untuk menanggung utang almarhum sehingga proses pemakaman bisa dilanjutkan.

Sebelumnya dalam video yang beredar, terlihat dua orang mendekati kiai yang tengah menyampaikan pesan sebelum memberangkatkan jenazah ke makam.

Mereka kemudian meminta izin kepada kiai itu untuk menyampaikan tanggungan piutang jenazah semasa hidupnya.

Kiaeh tak langkong, abdhinah bedeh se epadepak aginah, tak langkong (Kiai mohon maaf, Saya ada yang ingin di sampaikan mohon maaf). ” ujar emak emak di tengah kerumunan petakziah, dalam video yang dilihat, Senin (2/3/2026).

Panikah almarhum andik otang, sagemik gram emas biasah, pesse lema belles juta, perkiraan duratos lema beles jutah otangah (Almarhumah ini punya hutang, 25 gram emas, uang 15 juta, diperkirakan 215 juta hutangnya),” ungkapnya sembari menyebut tanggungan piutang emas ke emak-emak yang lain.

Mereka mengaku terpaksa menyampaikan hal itu di tengah suasana duka karena merasa keluarga almarhumah selama ini tutup mata.

Tak langkong jek koburagi montak tage bedeh nyandek nakpotonah maupun suaminah maupun tretannah tak langkong jek koburagi manggu petong Toron (Maaf jangan dikuburkan sebelum ada yang bertanggung jawab anaknya maupun suaminya maupun saudaranya, maaf jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan),” bebernya.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *