Awal Ramadhan, Harga Cabai di Banjarbaru Makin “Pedas”

Banjarbaru, DUTA TV — Harga komoditas bahan pokok dan sayuran di Kota Banjarbaru mengalami kenaikan pada awal Ramadhan kali ini.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bauntung Banjarbaru, kenaikan harga yang cukup signifikan yakni untuk komoditas cabai. Jika beberapa hari lalu cabai ditawarkan dengan kisaran harga Rp 60.000 per kilogram, saat ini menembus harga Rp 70.000.
Menurut pengakuan Abdul Halim, seorang pedagang cabai, kenaikan harga dikarenakan kurangnya stok cabai di pasaran yang biasa dipasok dari wilayah Pelaihari dan Barabai.
Kurangnya stok ketersediaan cabai, disinyalir akibat pengaruh cuaca hujan di beberapa daerah yang mengakibatkan hasil panen menurun lantaran banyak cabai yang rusak. Selain itu, pasokan cabai yang biasa didatangkan dari Pulau Jawa, namun sejak dua hari terakhir tidak datang.
“Beberapa hari ini ada kenaikan 10 persen, sekarang cabai kecil 70, sebelumnya 60, mahal karena stok barang kosong, sebab cuaca hujan terus banyak yang rusak, justru penjualan cepat habis, ini dari Pelaihari dan Barabai, kalau dari Jawa sudah dua hari ini tidak ada masuk,” ucap Abdul Halim Pedagang Cabe.
Selain komoditas cabai yang harganya melambung, di Pasar Bauntung Banjarbaru harga bawang merah dan bawang putih juga naik rata-rata Rp 5.000 per kilogram.
“Bawang kenaikan 5.000, penyebab naik kalau masuk bulan Ramadhan biasa naik, kalau stoknya banyak bisa turun lagi,” ungkap Mubarak Pedagang Bawang.
Fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan sayuran seringkali terjadi saat memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Penyebab kenaikan harga selain berkurangnya pasokan juga akibat tingginya permintaan atau naiknya daya beli masyarakat.
Reporter: Suhardadi





