Haul ke-11 H. Abdussamad Sulaiman HB: Teguhkan Warisan Usaha dan Jejak Kepedulian Sosial

Marabahan – dutatv.com, Sebelas tahun setelah wafatnya, nama H. Abdussamad Sulaiman bin H. Basirun tetap lekat dalam ingatan masyarakat. Founder Hasnur Group tersebut dikenang dalam Haul ke-11 yang digelar di Komplek Kubah Datu Abdussamad, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Minggu (15/2/2026). Momentum ini menjadi ajang meneguhkan warisan nilai, usaha, dan pengabdian yang telah dirintis almarhum.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini bukan sekadar tradisi keluarga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara ulama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, jajaran komisaris dan direksi Hasnur Group, serta masyarakat luas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya penghormatan dan kedekatan masyarakat terhadap sosok almarhum.
Acara diawali dengan pembacaan salam ziarah kubur oleh Ustaz H. Mohammad Mobarak, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Muhammad Jabir, sebelum rangkaian doa bersama dilaksanakan.
Dalam kesempatan itu, sambutan keluarga disampaikan H. Hasnuryadi Sulaiman yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan periode 2025–2030. Ia mengajak seluruh hadirin untuk terus mendoakan almarhum H. Abdussamad Sulaiman dan almarhumah Hj. Nurhayati, sekaligus mengenang perjalanan hidup dan usaha yang dirintis keduanya.
Ia menuturkan, almarhum yang lahir pada 21 April 1948 memulai usaha bersama sang istri melalui CV Sari Bunga. Sepulang menunaikan ibadah haji pada 1974, usaha tersebut berkembang dan kemudian dikenal sebagai Hasnur Group.
“Nama Hasnur berasal dari Has dan Nur. Usaha itu menjadi amanah bagi kami untuk dijalankan secara halal, profesional, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, almarhum tidak hanya membesarkan entitas bisnis, tetapi juga menanamkan nilai sebagai fondasi dalam setiap langkah usaha. Perusahaan yang dirintisnya membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian, sekaligus menjaga komitmen kepedulian sosial melalui Yayasan Hasnur Centre. Di bidang olahraga, almarhum juga merintis PS Barito Putera sebagai sarana pemersatu masyarakat Banua.
“Beliau selalu menanamkan nilai cinta, keluarga, semangat, persatuan, dan kesatuan. Itu yang terus kami pegang,” tambahnya.
Rangkaian Peringatan Haul
Rangkaian haul dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan zikir nasyid yang dipimpin Ustaz Mohammad Mobarak dan Ustaz Hasan, serta doa haul oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Agil sebagai puncak doa bersama.
Suasana semakin khidmat saat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf membacakan Syair Maulid Al-Habsyi dengan iringan Grup Maulid Ahbabul Musthofa Bangil. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan almarhum dikenal sebagai sosok yang mencintai sholawat dan dekat dengan para ulama.
“Kebaikan beliau tidak hanya dirasakan masyarakat Banua, tetapi juga di berbagai daerah. Beliau membantu dan meringankan beban banyak orang,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan dalam tausiyah oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Ia menekankan bahwa ukuran kebaikan seseorang tercermin dari manfaat yang dirasakan lingkungan sekitarnya.
“Kita menjadi saksi-saksi Allah di muka bumi. Jika masyarakat menjadi saksi atas kebaikan seseorang, itu tanda kesalehannya. Kebaikan beliau terdengar dan dirasakan banyak orang,” tuturnya.
Sementara itu, Habib Quraisy Baharun menyampaikan kesaksiannya atas perjalanan hidup almarhum yang dikenalnya selama dua dekade.
“Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk mengenal seseorang. Semoga Allah SWT mengampuni dan meninggikan derajat beliau, serta menjadikan keberkahannya terus mengalir bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.
Rangkaian tausiyah tersebut menegaskan keteladanan dan jejak kebaikan almarhum di tengah masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Syekh Muhammad Karthim Alamry selaku Alumni Senior Ribath Madinah Almunawwarah Alhabib Zain bin Sumaith.
Haul ke-11 ini dihadiri sejumlah habaib dan ulama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan pejabat daerah, di antaranya KH Asqalani, KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro), Guru H.M. Rasyid Ridha, Anggota DPR RI H. Machmud Arifin, Anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dr. H. Suprian HK, S.H., M.H., Forkopimda Kalimantan Selatan, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Hasnur Group, Ketua Yayasan dan Dewan Pembina Yayasan Hasnur Centre, keluarga besar PS Barito Putera, keluarga besar Kerukunan Keluarga Bakumpai, serta masyarakat umum.
Sebagai informasi, almarhum H. Abdussamad Sulaiman bin H. Basirun wafat di Jakarta pada 14 Juni 2015 dan dimakamkan di Komplek Kubah Datu Abdussamad, Marabahan. Hingga kini, warisan nilai, kepedulian sosial, serta kontribusi ekonomi yang dirintisnya terus dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen memberi manfaat bagi Banua dan Indonesia.
Tentang Hasnur Group Indonesia
Hasnur Group adalah grup usaha yang didirikan oleh pasangan pengusaha asal Kalimantan Selatan, H. Abdussamad Sulaiman HB dan Hj. Nurhayati, sejak 1966. Nama “Hasnur” merupakan gabungan dari nama kedua pendirinya.
Memulai perjalanan dari bisnis angkutan sungai dan kehutanan, saat ini Hasnur Group mengelola tujuh Strategic Business Unit (SBU) yang saling terintegrasi, mencakup sektor logistik, agribisnis dan kehutanan, energi, teknologi dan jasa, pendidikan, kebutuhan pelanggan, serta investasi.
Dengan motto “Grow Together, Develop the Future”, Hasnur Group juga berkomitmen terhadap kemajuan sosial melalui Yayasan Hasnur Centre yang mendukung berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di Kalimantan Selatan. Selain itu, perusahaan yang telah berkiprah lebih dari lima dekade ini juga menjadi rumah bagi klub sepak bola profesional PS Barito Putera.
Ade Yanuar





