Mobil Listrik Baru Pejabat Pemko Banjarmasin, Warga Nilai Tak Adil

Banjarmasin, Duta TV — Pengadaan mobil listrik bagi pejabat Pemko Banjarmasin yang santer beberapa hari terakhir menyedot perhatian publik.
Tak hanya warganet yang membanjiri kolom komentar sejumlah pemberitaan media sosial, cecaran untuk Pemko juga datang dari warga berbagai kalangan.
Mereka menilai belanja Pemko yang dinilai tak urgen hanya sekadar buang-buang anggaran. Hal itu pun disebut tak adil jika dibandingkan dengan anggaran 67 ribu warga Banjarmasin yang bantuan BPJS-nya sendiri harus dihentikan.
Isar, juru parkir, mengatakan hal itu tidak adil. Ia juga mengaku tidak setuju dengan pengadaan mobil listrik tersebut. Dirinya menyebut seharusnya yang diprioritaskan adalah warga miskin.
Sama halnya dengan Nursiah, seorang ibu rumah tangga yang juga tidak setuju akan hal tersebut. Ia merasa kasihan terhadap warga miskin yang berada di kampung-kampung.
“Kenapa mereka harus membeli yang baru di tengah banyak sekali masyarakat miskin yang membutuhkan,” ucap Rika, karyawan swasta.
Sebelumnya, Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, menerangkan pengadaan 21 unit mobil listrik senilai lima miliar rupiah tersebut diklaim bakal lebih irit untuk ke depannya. Pasalnya, mobil tersebut tidak menggunakan BBM dan pajak yang lebih kecil. Kebijakan itu juga sebagai upaya untuk menjaga kualitas udara kota.
Reporter: Tim Liputan





