Mengenal Komunitas Read Aloud, Ajak Anak Belajar Sambil Membaca

Banjarmasin, Duta TV — World Read Aloud Day atau WRAD menjadi momentum penting untuk mengajak anak-anak mencintai buku sejak dini.

Melalui kegiatan membaca nyaring, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga belajar memahami, mendengar, dan berinteraksi secara sosial.

Peringatan World Read Aloud Day tahun ini mengusung tema Celebrate Learning. Tema ini menekankan bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui kegiatan membaca nyaring atau read aloud.

Dalam kegiatan ini, anak-anak terlihat antusias mengikuti sesi membaca bersama. Buku-buku yang dibacakan disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Tak hanya membaca, kegiatan read aloud juga menggabungkan unsur sains dan pembelajaran lainnya, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dan berimajinasi.

Read aloud sendiri menyasar anak-anak sebagai peserta utama. Metode ini dinilai efektif untuk memunculkan kegemaran membaca sejak dini, sekaligus melatih kemampuan mendengar, berbahasa, dan bersosialisasi.

Ketua Read Aloud Kalimantan Selatan, Eka Rahmawati, menjelaskan bahwa peringatan membaca nyaring sedunia diperingati setiap Rabu pertama di bulan Februari.

“Tema WRAD tahun ini adalah Celebrate Learning, di mana anak-anak membaca sekaligus belajar. Dalam kegiatan ini kami mengajak anak-anak belajar dengan menggabungkan sains, supaya mereka tidak hanya mendengar cerita, tapi juga memahami dan berpikir,” ujar Eka Rahmawati.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para orang tua. Selain menjadi sarana edukasi bagi anak, read aloud dinilai mampu mempererat hubungan sosial antar anak dan orang tua.

Salah satu orang tua peserta, Anugrah, mengungkapkan antusiasmenya. “Kalau dilihat dari anak-anak, mereka excited sekali. Selain jadi ajang silaturahmi orang tua, anak-anak juga belajar bersosial dan mendengarkan. Kebetulan anak saya dari dulu sudah dibantu istri untuk membaca. Semangat membacanya juga karena punya banyak teman. Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif,” katanya.

Komunitas Read Aloud di Kalimantan Selatan sendiri telah aktif sejak tahun 2021. Komunitas ini bersifat sukarela dan terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari guru, dosen, hingga ibu rumah tangga yang memiliki kepedulian terhadap literasi anak.

Selain kegiatan peringatan tahunan seperti World Read Aloud Day, komunitas ini juga rutin menggelar kegiatan membaca nyaring setiap bulan ke sekolah-sekolah dan ruang belajar anak.

Materi bacaan yang disampaikan selalu disesuaikan dengan usia anak, sehingga proses belajar dapat berlangsung secara optimal dan menyenangkan.

Read Aloud Kalimantan Selatan juga telah memiliki kepengurusan daerah yang aktif dengan berbagai program literasi berkelanjutan. Melalui gerakan ini, diharapkan budaya membaca dapat tumbuh kuat, tidak hanya di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *