TNI Berharap Masalah dengan Pedagang Es Kue Jadul tak Berlarut – larut

Jakarta, DUTA TVTNI AD memberikan klarifikasi terkait gaduh Bhabinsa Serda Heri Purnomo yang sempat mengamankan penjual es kue jadul lantaran dicurigai dagangannya mengandung bahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus).

TNI kini meminta konflik tersebut tak berlarut – larut.

“Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Donny mengatakan masalah yang terjadi merupakan kesalahpahaman.

Dia menyebutkan pihaknya juga sudah mendatangi kediaman tukang es bernama Suderajat di Bojonggede.

“Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga,” ujarnya.

“Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Sudrajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog yang sejuk,” imbuhnya.

Suderajat viral setelah dicurigai menjual es hunkue berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Belakangan hasil labfor menyatakan bahwa es kue yang dijual oleh Suderajat aman dan layak dikonsumsi.

Sebagai korban, Suderajat (49), pedagang es gabus asal Depok, mengaku mengalami luka gores di pipi dan nyeri pada bahu setelah dianiaya akibat tuduhan bahwa es gabus yang dijualnya terbuat dari spons.

Insiden tersebut terjadi saat ia berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).

Sekitar pukul 10.00 WIB sekelompok orang menghampiri Suderajat dengan dalih ingin membeli es gabus.

Namun, barang dagangannya mendadak dituding menggunakan bahan spons.

Es gabus tersebut kemudian diremas, dihancurkan, bahkan dilempar ke arah wajah Suderajat hingga melukai pipinya.

“Iya, (es gabus) diremas-remas jadi hancur. Dibejek-bejek, ini dekat mata saya jadi sakit karena disabet kena timpukan es sama dia,” ucap Suderajat, Selasa (27/1/2026).

Ia juga mengaku sempat ditendang hingga tubuhnya terasa lemas.

Upaya klarifikasi bahwa es gabus yang dijualnya merupakan produk asli pun tidak membuahkan hasil.

Suderajat mengaku terus disudutkan hingga tidak berdaya.

“Saya bilang ini es kue yang asli. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons,” ungkap Suderajat.

Usai kejadian, Suderajat pulang tanpa menerima permintaan maaf maupun uang ganti rugi sebesar Rp 300.000 atas barang dagangannya yang rusak.

Ia mengaku belum kembali berjualan selama tiga hari karena trauma dan khawatir mengalami kejadian serupa.(net)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *