Sama-sama Manis, Peneliti Jelaskan Minuman Manis Lebih Berbahaya Dibanding Dessert

Jakarta, DUTA TV – Sama-sama manis, tetapi minum minuman manis dianggap lebih berbahaya daripada makan makanan manis atau dessert.
Minuman manis sering dianggap sepele karena praktis dan menyegarkan. Padahal, kebiasaan ini diam-diam menyimpan ancaman serius.
Sejumlah riset terbaru pun mengungkap fakta mengejutkan soal gula. Bukan dessert, minuman manis justru disebut paling berbahaya.
Dikutip dari Food and Wine, berikut penjelasan peneliti:
1. Peringatan soal gula berlebih sudah lama muncul
Sejak 1977, konsumsi gula tambahan sudah disorot berdampak buruk bagi kesehatan. Saat itu, masyarakat diminta mulai membatasi asupan gula harian.
Namun peringatan tersebut nyatanya kurang dihiraukan. Konsumsi gula tambahan justru meningkat hingga 30% dalam beberapa dekade.
2. Penelitian besar ungkap bahaya gula cair
Asupan gula dibagi menjadi tiga kategori utama. Mulai dari topping manis, camilan, hingga minuman berpemanis.
Hasilnya, gula dari minuman jadi yang paling berisiko. Dampaknya lebih serius dibanding gula dari makanan padat.
3. Minuman manis tingkatkan risiko penyakit jantung
Konsumsi minuman manis dikaitkan dengan berbagai penyakit kardiovaskular. Di antaranya stroke iskemik dan gagal jantung.
Risiko gangguan irama jantung juga ikut meningkat. Bahkan aneurisma aorta perut turut dikaitkan dengan kebiasaan ini.
4. Gula cair bikin mudah kebablasan
“Gula cair membuat rasa kenyang lebih rendah,” ujar Suzanne Janzi, peneliti dan kandidat doktor (PhD candidate) di Lund University, Swedia.
Kondisi ini membuat orang cenderung minum lebih banyak. Minuman manis juga sering dikonsumsi tanpa disadari.
Berbeda dengan dessert yang biasanya disantap di momen khusus.
5. Dessert sesekali tak selalu berdampak buruk
Menariknya, konsumsi camilan manis sesekali justru dikaitkan dengan kondisi lebih baik.
Orang yang menghindari gula total bisa jadi punya kondisi kesehatan tertentu.(dtk)





