Superflu Mewabah di Kalsel, Dinkes Terima 20 Lebih Laporan Warga Terinfeksi

Banjarmasin, DUTA TV — Dua puluh lebih warga Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaporkan terinfeksi superflu. Data tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dan Puskesmas Pekauman.
Kalimantan Selatan sendiri tercatat sebagai provinsi nomor dua dengan kasus superflu tertinggi di Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit influenza musiman yang dikenal dengan istilah superflu.
Meski demikian, Dinkes Kalsel menegaskan kondisi tersebut tidak berbahaya dan tidak perlu menimbulkan kepanikan seperti saat pandemi Covid-19.
Ia menekankan bahwa istilah superflu hanyalah istilah awam, sementara secara medis penyakit tersebut merupakan influenza musiman dengan gejala yang sedikit lebih berat dibandingkan flu biasa, namun tidak membahayakan.
“Sebagaimana Dinkes sudah merilis, walaupun ini tidak menakutkan dan tidak membahayakan sebagaimana Covid. Harus tetap menjaga, pakai masker kalau misalnya kita sedang flu atau pilek untuk mencegah orang lain tertular dari kita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Diauddin.
Superflu sendiri disebut bukan virus baru, melainkan istilah yang digunakan untuk gejala flu biasa yang parah, atau infeksi saluran pernapasan atas dengan gejala berat, seperti demam tinggi, batuk, dan pilek yang tidak kunjung sembuh.
Penyakit ini telah terdeteksi sejak Agustus 2025 lalu, dengan tiga provinsi yang mencatatkan kasus terbanyak, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
Reporte : Evi Dwi Herliyanti





