Meski Terdampak Banjir, Warga Enggan Tinggalkan Rumah

Sungai Tabuk, Duta TV — Selain berharap adanya distribusi logistik bahan makanan dan obat-obatan, warga Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, juga harus mengeluarkan modal untuk membuat apar-apar.
Apar-apar ini sendiri dibuat menyerupai panggung yang berada di dalam rumah. Tujuannya agar barang-barang berharga bisa diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi, lantaran banjir sudah masuk ke dalam rumah dan mencapai lutut orang dewasa.
Selain itu, sebagian warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing ketimbang mengungsi ke fasilitas umum yang memiliki bangunan lantai dua yang ada di desa tersebut dengan alasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak hanya rumah, pengelola masjid juga turut membuat apar-apar untuk bisa digunakan jemaah dan kaum masjid setempat.
Pasalnya, di daerah ini terdapat tiga buah masjid yang tidak bisa digunakan untuk berjemaah sehingga aktivitas Salat Jumat sempat ditiadakan.
Salah satu warga, Abdan Sani, mengatakan, “Tadi diumumkan kalau tidak bisa melaksanakan Salat Jumat, tapi kita buat apar-apar untuk berjemaah beberapa orang, ya cukup untuk kaum masjid lah. Di sini ada tiga buah masjid yang terendam.”
Warga menyebut banjir kali ini menjadi yang terparah selama empat tahun terakhir pascabanjir besar 2021 lalu.
Reporter: Nina Megasari





