Komisi II Pelajari Pengelolaan Perikanan dan Teknologi Pengeringan Ikan di Bali

Bali, DUTA TV — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mempelajari pengelolaan sektor perikanan, khususnya pemanfaatan teknologi dan sistem distribusi hasil tangkap nelayan di Provinsi Bali.
Dari hasil studi komparasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Komisi II mendapati daerah ini telah menerapkan pemanfaatan teknologi pengeringan ikan berbasis solar system. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut membuat proses pengeringan ikan tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca. Sementara di Kalimantan Selatan, proses pengeringan masih menggunakan cara sederhana, yakni dijemur di bawah terik matahari. Padahal, produk ikan kering disebut memiliki permintaan yang tinggi di Kalimantan Selatan, selain konsumsi ikan segar. Hal ini akan menjadi salah satu poin dalam merumuskan kebijakan dan dukungan anggaran guna memperkuat sektor perikanan dan ketahanan pangan daerah.
“Ada hal yang menarik, tadi saya mendengar bahwa Provinsi Bali sudah menggunakan teknologi yang cukup canggih. Kadang kita tidak terpikirkan bahwa pengeringan ikan itu bisa melalui sebuah solar system yang pengeringnya tak harus menunggu cuaca mau panas atau hujan. Mereka sudah memproduksi ikan yang kering. Ini yang disenangi oleh masyarakat Banjar sebenarnya, bahwa kebutuhan tentang ikan yang sudah dikeringkan ini juga tinggi, selain ikan-ikan segar kita,” ungkapnya.
Selain teknologi pengolahan, Komisi II juga menyoroti sistem distribusi perikanan di Bali yang dinilai sangat efisien. Sektor pariwisata di Bali berjalan seiring dengan aktivitas pelabuhan perikanan, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat langsung terserap pasar. Kondisi tersebut berbeda dengan Kalimantan Selatan yang masih sangat bergantung pada ketersediaan es batu dan cold storage untuk menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan. Oleh karena itu, keberadaan cold storage di Kalimantan Selatan masih sangat diperlukan dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Tim Liputan





