BEM FMIPA ULM Ikut Cegah Stunting Lewat Teknologi Ultrafiltrasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Martapura, DUTA TV — Akademisi dosen FMIPA dan Fakultas Kedokteran berkolaborasi dengan BEM FMIPA dalam Program Mahasiswa Berdampak 2025, menelurkan kontribusi dalam teknologi single flow ultrafiltrasi yang diresmikan pada 19 Desember 2025 di Antasan Senor, Martapura.
Berlangsung di Kantor Kepala Desa Antasan Senor Ilir, Martapura, Kabupaten Banjar, pada Sabtu 19 Desember 2025, agenda sosialisasi dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Hadir dalam acara, Kepala Desa Antasan Senor Ilir, Martapura, bersama TP PKK desa. Sosialisasi dilakukan setelah proses instalasi berhasil dipasang pada Oktober 2025 lalu.

Inisiatif ini bermula dari keprihatinan terhadap kondisi air baku di Desa Antasan Senor Ilir yang bisa memicu terjadinya stunting. Sejak Agustus dilakukan pemetaan awal dan ditemukan mayoritas warga masih bergantung pada air sungai dan sumur bor dengan kadar besi tinggi serta tingkat kekeruhan yang melebihi ambang batas kesehatan.
Inisiasi ini diketuai oleh akademisi Fakultas MIPA yakni Dodon Turianto bersama Dr. Totok Wianto dan melibatkan akademisi lintas fakultas yakni Nur Laily dari Fakultas Kedokteran Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat serta BEM FMIPA ULM.
Program Mahasiswa Berdampak tahun 2025 ini didanai penuh oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek RI).
Teknologi single flow ultrafiltrasi ini merupakan hasil hilirisasi riset kampus ULM yang dirancang khusus untuk karakteristik air lahan gambut dan sungai di Kalimantan Selatan, yang bertujuan untuk pengolahan air minum sebagai holistic solution mencegah stunting dengan prinsip operational due diligence bagi warga di Antasan Senor Ilir, Martapura.

Reporter: Gusti Muhammad Hermawan





