Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumut Libatkan Warga

Medan, DUTA TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan secara aktif masyarakat korban bencana banjir bandang disertai longsor dalam sosialisasi pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan, Sabtu, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar proses pembangunan hunian berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
BNPB bersama pemerintah daerah mendampingi sosialisasi program hunian sementara (huntara) dan huntap kepada calon penerima bantuan di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara.
Sosialisasi tersebut mencakup penjelasan mekanisme bantuan, tahapan pembangunan, serta hak dan kewajiban masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Selain sosialisasi, menurut Abdul, BNPB juga melakukan peninjauan langsung rumah contoh huntara yang dibangun di Desa Sibalanga sebagai referensi teknis bagi warga.
Rumah contoh tersebut dilaporkan dirancang sebagai hunian yang aman, layak, dan tangguh bencana, sekaligus menjadi model standar bangunan yang akan diterapkan pada pembangunan huntap.
Abdul menyampaikan, pemerintah telah memetakan sebanyak 5.974 rumah rusak berat akibat bencana di wilayah Sumatera Utara.
Dari jumlah tersebut, rencana pembangunan huntara sebanyak 2.524 unit saat ini memasuki tahap identifikasi dan penyiapan lahan di sejumlah wilayah terdampak.
Sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara setidaknya sampai dengan Jumat (19/12) sore mencatat sebanyak 369 orang meninggal dunia.
Mereka tersebar di 12 dari 19 kabupaten/kota yang dilanda bencana banjir bandang disertai tanah longsor pada 25 November 2025.(ant)





