Art Therapy Ramaikan Hari Disabilitas Internasional di Kalsel

Banjarbaru, Duta TV — Workshop art therapy digelar di Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Rabu siang. Puluhan anak penyandang disabilitas tampak antusias mengikuti kegiatan melukis dan menggambar.
Dengan duduk lesehan di tengah aula, anak-anak mengekspresikan perasaan mereka melalui coretan warna di atas kertas.
Para pendamping terlihat siaga di sisi ruangan, memberikan arahan dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diikuti anak-anak dengan beragam kondisi disabilitas, mulai dari disabilitas mental hingga tunarungu.
Advisor Art Therapy Center Widyatama, Dr. Anne Nurfariña, menjelaskan bahwa melalui gambar, anak-anak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan tanpa harus berbicara.
“Melalui gambar, anak-anak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan tanpa harus berbicara. Bentuk dan ukuran gambar menjadi sarana komunikasi nonverbal mereka,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, salah satu anak menggambar objek berukuran kecil. Setelah diberikan pendampingan, anak tersebut kembali menggambar dengan ukuran lebih besar sebagai bentuk penguatan rasa percaya diri.
Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Bambang Tri Hartono, menyampaikan bahwa metode art therapy ini juga bisa diterapkan di rumah.
“Metode art therapy ini juga bisa diterapkan orang tua di rumah untuk mendampingi anak-anak mereka secara lebih kreatif,” katanya.
Tak hanya sebagai media terapi, karya visual anak-anak ini juga dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna melalui kerja sama dengan PLN dan asosiasi industri.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi keluarga penyandang disabilitas sekaligus memperkuat peran seni sebagai media terapi dan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus.
Reporter: Nina Megasari





