DPPM Program PM-BEM UNISM Hibahkan Alat Mitigasi Bencana ke Desa Lok Buntar

Martapura, DUTA TV — Puluhan warga Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar mendapat pelatihan simulasi penanggulangan bencana oleh Basarnas.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, pemberdayaan masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Universitas Sari Mulia Banjarmasin.
Selain mendapat pelatihan, Desa Lok Buntar juga menerima hibah mitigasi bencana berupa peralatan lengkap meliputi alat sedekah sungai, detektor banjir, sensor kualitas air, ambulans apung beserta disaster kit-nya, kit diagnostik stroke, serta alat produksi herbal dan pengering pangan nabati untuk kondisi darurat.
Hibah ini diserahkan bersama akun penjualan online untuk pengembangan UMKM desa, disaksikan langsung oleh mitra dan Rektor Universitas Sari Mulia.
Ketua PM-BEM Universitas Sari Mulia, M. Sobirin Mohtar, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan sejumlah program yang telah direalisasikan oleh pihak kampus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah terlaksana sudah beberapa program, di antaranya sedekah sungai, pengoperasian ambulans apung, penerapan simulasi penanggulangan bencana, serta produksi bahan pangan nabati yang bisa digunakan oleh masyarakat saat banjir. Semoga kegiatan ini berdampak dan bermanfaat untuk warga sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lok Buntar, Mursyidi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh pihak kampus kepada desanya.
“Kami selaku Kepala Desa Lok Buntar mengucapkan terima kasih kepada UNISM yang sudah memberikan hibahnya kepada desa kami. Sangat bermanfaat untuk desa kami, apalagi kami langganan banjir setiap tahun dan baru kali ini dapat bantuan seperti ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Sari Mulia, Dr. Hj. RR. Sogi Dwi Sri Redjeki, SKG., M.Pd., juga meresmikan ambulans apung yang dilanjutkan dengan prosesi syukuran dan tapung tawar.
“Harapannya semakin bermanfaat untuk orang banyak, dan ada lagi dermaga atau kapal lain yang bisa digunakan oleh masyarakat serta desa-desa lain yang bisa mengikuti program seperti ini,” pungkasnya.
Keberadaan ambulans apung diharapkan dapat memberikan manfaat ganda sebagai layanan kesehatan bagi warga sakit maupun korban tenggelam di sungai, sekaligus menjadi armada evakuasi korban saat terjadi bencana. Pasalnya, akses jalan menuju desa ini cukup sulit dan sempit, ditambah kondisi jalan rusak dan berbatu membuat relawan sering terkendala saat melakukan pertolongan pertama ketika bencana terjadi.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





