Dulu Diragukan, Transaksi QRIS Kini Bukukan Rp1,9 Kuadriliun

Jakarta, DUTA TV – Transformasi digital sistem pembayaran di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat.
Transformasi ini salah satunya ditandai dengan hadirnya QR Indonesia Standards (QRIS)’ pada 2019.
Di tengah pesatnya penggunaan QRIS, ternyata sistem yang dibangun Bank Indonesia (BI) ini awalnya mendapatkan keraguan dari masyarakat.
“Dari yang tidak percaya orang enggan menggunakan QRIS, orang enggan menggunakan BI FAST, saat ini semua berpartisipasi membelah itu QRIS,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, Jumat (31/10/2025).
Namun, seiring dengan perkembangannya QRIS berhasil diterima dan dipercaya oleh masyarakat. Transaksi QRIS pun mulai meningkat saat pandemi dan hingga saat ini, QRIS berhasil mencetak nilai transaksi hingga kuadriliun rupiah.
Filianingsih mengungkapkan bahwa pengguna QRIS sudah mencapai 58 juta pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp1,9 kuadriliun.
“Sebagai game changer tadi dijelaskan juga QRIS sudah mencatat lebih dari 58 juta pengguna dan 41 merchant sampai dengan triwulan tiga dengan nilai transaksi lebih dari 1,9 quadrillion. Nah ini menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai salah satu pasar pembayaran digital terbesar di kawasan,” ucap Fili.
Kunci dari jumlah pengguna dan nilai transaksi fantastis tersebut, meskipun awalnya dipenuhi keraguan, adalah kepercayaan.
Fili mengatakan bahwa transformasi digital di sektor pembayaran saat ini sudah dipercayai oleh masyarakat. Seiring dengan itu, volume dan nilai transaksi QRIS pun turut meningkat.
“Sudah lama memulai membangun digitalisasi, transformasi digital kita sudah mulai sejak lama kita lakukan.”
“Dari yang tidak percaya orang enggan menggunakan QRIS, orang enggan menggunakan BI FAST, saat ini semua berpartisipasi membelah itu QRIS. Nah itu sudah ada trust artinya,”tambahnya.
Meskipun saat ini dikatakan sudah mendapatkan kepercayaan, namun Fili berpesan agar kepercayaan masyarakat itu untuk selalu dijaga.
Apalagi saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan serangan siber.
Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong adanya sinergi, inovasi, dan kolaborasi dalam keamanan sistem pembayaran digital guna memitigasi tantangan serangan siber tersebut.(cnbci)





