UNBL Kukuhkan 82 Apoteker, Dorong Lulusan Lebih Kembangkan Obat Tradisional Alami

BANJARBARU, DUTA TV — Suasana khidmat mewarnai jalannya prosesi pengambilan sumpah profesi apoteker yang digelar Universitas Borneo Lestari (UNBL) , Senin siang (29/09/25). Pengukuhan ini turut disaksikan Kepala LLDIKTI Wilayah XI, perwakilan Kolegium Farmasi, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, pengurus Yayasan Borneo Lestari, hingga para ketua ikatan apoteker.

Pengambilan sumpah apoteker ke-11 ini diikuti sedikitnya 82 calon apoteker dari Program Studi Farmasi. Ini menjadi jumlah terbanyak sejak sumpah apoteker jilid pertama yang digelar UNBL.

Para lulusan ini diharapkan tidak hanya sebatas menyandang gelar apoteker saja, namun juga diharapkan melek teknologi di era digitalisasi saat ini. Selain itu, juga teriring harapan agar kiranya ke-82 apoteker anyar dapat berinovasi mengembangkan ilmu yang didapat untuk pembuatan obat tradisional alami, terlebih di Kalimantan sendiri memiliki bahan obat alami yang cukup banyak.

Apt. Eka Fitri Susiani, M.Sc., Dekan Fakultas Farmasi UNBL, berpesan agar dapat menjaga sumpah dan integritas di manapun berada.

“Pesan saya, karena hari ini sudah mengucapkan sumpah, semoga selalu terkenang di dalam diri dan menjaga integritas di manapun,” ujarnya.

Apt. Syahrizal Ramadhani, M.Clin.Pharm., Kepala Prodi Farmasi UNBL, mengatakan menjadi apoteker ini harus melek digital agar bisa menjadi ciri khas jika mereka nantinya mendirikan apotek yang sesuai dengan visi misi Borneo Lestari.

“Saat ini semua serba digital, jadi mahasiswa yang baru saja dilantik menjadi apoteker ini harus melek digital. Mungkin nanti bisa jadi ciri khas kalau mereka mendirikan apotek, sesuai visi misi Borneo Lestari,” ujar Syahrizal.

“Ke depannya kami akan lebih banyak industri-industri lahan praktik terkait obat tradisional, karena di Kalimantan itu sangat luar biasa bahan alaminya. Kami melihat industri obat tradisional saat ini relatif kurang jika dibanding daerah Jawa, padahal potensi kita,” sambungnya.

Noor Melly Diani Raih Gelar Mahasiswa Terbaik, IPK Capai 3,99

Sementara itu, tiga mahasiswa dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik. Salah satunya Noor Melly Diani yang menyandang gelar lulusan terbaik pertama dengan IPK mencapai 3,99.

“Suka dukanya banyak, salah satunya bagaimana menemui pasien secara langsung, bagaimana meracik obat. Saya siap mengabdikan diri di bidang kesehatan, harapannya sih kerja sambil buka apotek sendiri. Kuliah di Borneo Lestari banyak keuntungannya karena yang kita tahu Borneo Lestari memiliki banyak koneksi,” ungkapnya.

Pihak yayasan pun berpesan kepada 82 apoteker anyar ini agar mengingat beberapa hal penting ke depannya, seperti belajar sepanjang hayat, berpikir kreatif, hingga bersiap menghadapi dunia kerja, serta mampu beradaptasi dan menjunjung tinggi integritas profesi.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *