Dituntut Sumbang PAD Besar, PD Barata Tuntung Pandang Keluhkan Keterbatasan Peralatan

Tanah Laut, DUTA TV — PD Barata Tuntung Pandang yang bergerak di bidang pertambangan dan beroperasi di Kabupaten Tanah Laut mengeluhkan keterbatasan peralatan, khususnya untuk pemisahan mineral.
Keluhan itu disampaikan saat monitoring Komisi III DPRD Kalsel. Keterbatasan itu lantaran hingga saat ini belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah. Padahal, mereka dituntut untuk menyetorkan 50 persen dari laba bersih ke PAD.
Pihak perusahaan meminta adanya dukungan modal dari Pemprov Kalsel guna memperkuat operasional dan meningkatkan produksi. Pasalnya, selain terkendala peralatan, perusahaan juga masih menghadapi sejumlah persoalan di antaranya proses produksi yang panjang, pemilahan hasil tambang, serta fluktuasi harga bijih besi di pasar global.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah mengatakan kontribusi dari PD Barata Tuntung Pandang sangat bergantung pada volume produksi dan kelancaran operasional. Sehingga, pihaknya siap memberikan dukungan agar perusahaan dapat berkembang.
“PD Barata mengharapkan pemerintah daerah mensupport kegiatan mereka sehingga bisa meningkatkan PAD,” ujar Mustaqimah, Ketua Komisi III DPRD Kalsel.
Saat ini, PD Barata tengah membutuhkan biaya operasional yang cukup besar karena sedang dalam tahap perubahan sistem penjualan, dari sebelumnya melalui pihak kontraktor menjadi langsung dikelola oleh perusahaan. Perusahaan daerah ini juga tengah mengajukan pengembalian status izin kawasan hutan untuk memperluas area produksi.
Reporter: Tim Liputan




